Lahannya Disalahgunakan Untuk Penimbunan Beras, Rudi Samin: Tanah Ini Sah Punya Saya

Headline
Warga menunjukkan penemuan beras diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.

Pantau – Terungkap penimbunan beras bantuan Presiden di lahan parkir JNE di Sukmajaya, Kota Depok. Diketahui lahan parkir itu milik seorang warga bernama Rudi Samin.

“Tanah ini atas nama saya sendiri. Hak saya adalah keputusan Peninjauan Kembali (PK) 588 atas kepemilikan tanah tahun 2002 putus 2004, dan sudah dieksekusi pada tanggal 17 September 2013, yang mana berita acara eksekusinya berbunyi ‘Bahwa tanah sengketa telah diserahkan secara resmi kepada pemohon eksekusi Rudi bin Haji Muhammad Samin selaku pemilik yang sah. Sampai saat ini tidak pernah dibatalkan oleh keputusan apapun’,” kata pemilik lahan, Rudi Samin kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).

Ia pun mengatakan bahwa berdasarkan perbuatan Peninjauan Kembali melawan hukum.

“Artinya tanah ini sudah sah punya saya. Ada memang keputusan PK juga, tapi PK perbuatan melawan hukum. Keputusan PK ini berbeda dengan punya saya (PK 588), substansinya kepemilikan tanah. Kalau PK 33 juncto 37 substansinya adalah perbuatan melawan hukum,” ucapnya.

Dia juga memaparkan pasal mengenai objek tanah.

“Kalau saya PK 588 obyeknya adalah tanah, kalau PK 33 juncto 37 obyeknya adalah orangnya. Jadi berbeda ya, kita mengacu pada Skema Mahkamah Agung (MA) Nomor 9 tahun 201 menyatakan ‘PK hanya dapat dilakukan satu kali’,” tuturnya.

“Undang-Undang MA Nomor 45a menyatakan “Apabila ada yang mengajukan PK dua kali, tiga kali, dst, maka Pengadilan Tingkat I berhak untuk menolak dan membuat penetapan, tidak perlu dikirim ke MA,” sambungnya.

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda