LPSK Sebut Bharada E Belum Terbuka Sepenuhnya, Padahal Saksi Penting

Headline
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Pantau – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebut Richard Eliezer alias Bharada E merupakan saksi penting dalam kasus penembakan yang tewaskan Brigadir J. Namun, LPSK mengakui bahwa Bharada E belum terbuka sepenuhnya.

“Bharada E ini saksi yang memiliki keterangan penting. Mungkin saat ini Bharada E belum terbuka sepenuhnya, saya rasa seperti itu,” kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, Kamis (4/8/2022).

Edwin mengatakan pihaknya belum memberikan perlindungan kepada Bharada E. Namun ada kemungkinan nantinya perlindungan akan diberikan kepada Bharada E, sebagai justice collaborator.

“Ingin saya sampaikan bahwa seseorang dalam status tersangka bisa saja dilindungi oleh LPSK, tapi punya syarat. Syaratnya, dia menjadi justice collaborator atau saksi pelakunya,” kata Edwin.

“Sudah kami jelaskan tentang mekanismenya, syaratnya bukan pelaku utama kemudian dia mau bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkapkan ke arah yang lebih terang. Dia akan mendapatkan beberapa penanganan khusus,” sambungnya.

Dia juga menjelaskan bentuk ancaman terhadap Bharada E. Edwin mengatakan ancaman tersebut masih berupa potensi.

“Yang disampaikan baru ancaman potensial, namun terkait dengan ancaman itu menurut saya kan belum dilindungi LPSK. Jadi ada baiknya Polri meningkatkan keamanan buat Bharada E,” papar Edwin.

Ia pun meminta Polri memastikan keselamatan Bharada E. Salah satunya agar Bharada E tidak mengalami penyiksaan di dalam sel tahanan.

“Kalau Bharada E ditahan pastikan, pertama, tidak ada penyiksaan; kedua, tidak terjadi keributan antar tahanan; yang ketiga, tidak jatuh sakit; yang keempat, tidak keracunan; yang kelima, tidak bunuh diri,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda