LPSK Terima Permohonan Perlindungan Dua Wartawan yang Dianiaya Oknum ASN Karawang

Headline
Zaenal, korban dugaan penculikan dan penganiayaan oleh oknum pejabat Pemkab Karawang. (ANTARA/Tangkap Layar WAG)

Pantau – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menerima permohonan perlindungan dua wartawan yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Karawang.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dalam diskusi ‘Media Massa sebagai Sahabat Saksi dan Korban’ di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022), mengatakan pihaknya saat ini sudah turun tangan terkait dugaan penganiayaan yang dialami dua wartawan itu.

“Sudah ada dua permohonan dari dua korban, dan satu korban yang mengajukan perlindungan korban. LPSK sudah berusaha menemui korbannya yang mengajukan perlindungan itu, tetapi belum bisa ketemu,” ujar Edwin.

“Kuasa hukumnya juga tidak bisa memfasilitasi pertemuan dengan korban. Kata kuasa hukumnya juga tidak tahu korban di mana. Kita saat ini masih mendalami juga di mana korban ini. Harusnya kan kalau mengajukan perlindungan mau dong ditemuin,” Edwin menambahkan.

Meski demikian, Edwin menegaskan, LPSK tetap mendalami pengajuan permohonan dua wartawan itu.

Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan dua wartawan di Karawang oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkab Karawang terjadi pada akhir pekan lalu atau Sabtu (17/9/2022) malam hingga Minggu (18/9/2022) dini hari.

Dua orang yang menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan oknum pejabat Pemkab Karawang yang juga pengurus Askab PSSI Karawang itu ialah Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa.

Korban yang juga wartawan daring di Karawang kemudian melapor ke Polres Karawang pada Senin (19/9) malam dengan nomor laporan STTLP/1749/IX/2022/SPKT.Reskrim/PolresKarawang/PoldaJawaBarat.

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan
Penulis
Aries Setiawan