Pantau Flash
Kemenhub Siapkan Payung Hukum untuk Sepeda Listrik
China Pecat Sejumlah Pejabat Pasca Pasien Korona di Penjara Meningkat
WNI yang Dievakuasi dari Kapal Diamond Princess Langsung Dikarantina
Persija Hadapi Tim Singapura dalam Tajuk 'The Dream Team'
Presiden Jokowi Serahkan SK Perhutanan Sosial Seluas 73,6 Ribu Hektar

Lucinta Ngaku Depresi, Polisi Tunggu Surat Keterangan Resmi dari Psikiater

Lucinta Ngaku Depresi, Polisi Tunggu Surat Keterangan Resmi dari Psikiater Lucinta Luna. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengaku belum mendapatkan surat pemeriksaan resmi dari psikiater mengenai diagnosis depresi selebriti Lucinta Luna.

Hingga kini, pihaknya meminta manajemen Lucinta Luna memberikan surat pemeriksaan tersebut agar menjadi bukti valid.

"Sampai saat ini kami belum dapat surat keterangan itu. Jadi kami tidak bisa berdasarkan 'katanya-katanya,'" ujar Yusri di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Polisi Ungkap Info Terbaru Kepemilikan Ekstasi Lucinta Luna

Ia menyebut saat Lucinta Luna dalam proses berita acara pemeriksaan untuk menentukan di sel mana dia ditahan, polisi mendapatkan berkas bukti dalam bentuk pesan Whatsapp.

Hal itu menyulitkan penyidik, terutama karena berkas fisiknya tidak mereka terima sebagai bukti valid. Sehingga, Yusri menolak mengakui pengakuan manajemennya soal depresi Lucinta.

Yusri menyebut selama empat hari Lucinta Luna ditahan, dia tidak menunjukan tanda-tanda depresi, karena tidak mengonsumsi psikotropika.

"Sampai saat ini LL sehat-sehat saja. Karena kami juga memiliki tim kesehatan untuk memeriksa tahanan," kata Yusri.

Baca juga: Polisi Bakal Periksa Dokter Pemberi Psikotropika ke Teman Lucinta Luna

Barang bukti yang ditemukan saat Lucinta digrebek di Apartemen Thamrin Residence, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada penggerebekan Selasa (12/2) dini hari yakni dua butir pil ekstasi biru berlogo lego, tujuh butir pil riklona dan lima butir pil tramadol.

Lucinta diancam Pasal 112 ayat (1) UURI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 60 ayat (1) sub huruf pasal 62 juncto pasal 71 ayat (1) UURI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.


 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: