Pantau Flash
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi
3 Induk Cabor Tanda Tangan MoU Dana Pelatnas 2020

Luhut Tegaskan Proyek Kereta Jakarta-Surabaya Digarap Jepang, Bukan China

Luhut Tegaskan Proyek Kereta Jakarta-Surabaya Digarap Jepang, Bukan China Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Pantau.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan proyek kereta Jakarta-Surabaya akan digarap Jepang, meski sebelumnya ia menyebut China tertarik untuk ikut mengerjakan proyek transportasi massal tersebut.

Luhut menjelaskan, dalam pertemuannya dengan China Railway Construction Corporation (CRCC) Limited, Senin kemarin, CRCC menyampaikan kapasitas mereka dalam melakukan konstruksi transportasi massal.

"Enggak, kemarin itu mereka menyampaikan punya kapasitas untuk kereta api, seperti kereta api cepat dan kereta api medium. Mereka punya itu," katanya ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: China Minat Garap Kereta Jakarta-Surabaya, Luhut: Siapa Saja Silakan Masuk

CRCC, lanjut Luhut, juga mengaku ingin ikut menggarap proyek kereta Jakarta-Surabaya. Menurut dia, China memang cukup banyak membidik sejumlah proyek di Indonesia.

"Ya kalau pengen, semua pengen, tapi apakah kita mau terima, 'kan urusan kita," ujar Luhut.

Ia pun menegaskan hingga saat ini Indonesia masih sepakat untuk menggarap kereta Jakarta-Surabaya dengan Jepang.

"Sampai hari ini masih sama Jepang," ujar Luhut menegaskan.

Secara terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Indonesia dan Jepang akan menandatangani nota kesepahaman dalam satu hingga dua minggu ke depan untuk kemudian secara formal memulai melakukan studi kelayakan (feasibility study/FS).

"Kamis (5/9/2019) ini kami akan rapat di Kantor Wapres untuk membahas mengenai jadwal, cakupan, hingga segala sesuatu yang memperjelas dan mempercepat program ini," katanya.

Baca juga: Menhub Budi Karya Welcome China Akan Garap Transportasi di Ibu Kota Baru RI

Budi menuturkan sejauh ini memang belum ada kesepakatan resmi yang diteken antara Indonesia dan Jepang terkait kereta Jakarta-Surabaya. Studi kelayakan (feasibility study/FS) yang dilakukan pun masih sebatas kajian awal.

"Studi kelayakan sebenarnya sudah mulai, tapi formalnya dilakukan (setelah MoU) ini. Tapi waktunya (studi kelayakan) masih relatif panjang. Mereka (Jepang) minta pembebasan tanah sama FS dua tahun. Kita minta lebih pendek, kalau bisa satu tahun," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: