Pantau Flash
Total 115 Ruas Jalan di Jawa Timur Bakal Ditutup Cegah Meluasnya COVID-19
Jokowi Soal Darurat Sipil: Diperlukan Jika Keadaan Abnormal, Sekarang Tidak
Jokowi Gratiskan Listrik 24 Juta Rumah Selama Tiga Bulan
Update Korona 31 Maret: 1.528 Positif, Sembuh 81 dan Meninggal 136
Jokowi Tetapkan Pembatasan Sosial Skala Besar dengan Karantina Kesehatan

Lukas Enembe Tak Pernah Perintahkan Mahasiswa Kembali ke Papua

Lukas Enembe Tak Pernah Perintahkan Mahasiswa Kembali ke Papua Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Gubernur Papua, Lukas Enembe menegaskan tidak pernah memerintahkan mahasiswa Papua yang saat ini kuliah di berbagai kota di Indonesia untuk pulang.

“Tidak pernah ada perintah dari saya baik tertulis maupun lisan untuk memerintahkan mahasiswa asal Papua pulang,” kata Gubernur Enembe dalam sambutannya pada pertemuan dengan forkopimda terkait pemulangan mahasiswa Papua di Jayapura, Rabu (11/9/2019).

Dalam pertemuan itu, Lukas mempertanyakan jika daerah tempat mahasiswa Papua belajar aman mengapa harus pulang, namun sebaliknya bila mahasiswa merasa tidak aman silakan pulang.

Baca juga: Mendagri Tegaskan Moratorium Tak Hambat Pemekaran Papua dan Papua Barat

Ia mengatakan ada upaya yang dilakukan kelompok tertentu secara sistematis agar mahasiswa pulang, padahal mereka sebentar lagi menghadapi ujian tengah semester.

Karena itu pihaknya sudah mengundang Pemprov Papua Barat dan bupati-bupati untuk membahas masalah tersebut karena sampai saat ini keberadaan mereka makin banyak dan itu dapat menjadi persoalan baru.

"Memang ada mahasiswa yang kepulangannya dibiayai sendiri oleh orangtuanya mereka karena merasa ketakutan dengan kondisi anaknya," ujarnya.

Ia menambahkan ada orangtua yang memulangkan anaknya setelah ada telepon dari polisi di Jambi dan merasa ketakutan.

Selain melakukan pertemuan dengan Pemprov Papua Barat, pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan ketua himpunan mahasiswa Papua (himapa) di seluruh Indonesia untuk mengetahui siapa yang memerintahkan mahasiswa pulang, kata Gubernur Papua.

Ia mengatakan, langkah-langkah yang akan diambil itu untuk menjaga keutuhan NKRI, kebhinekaan kita sehingga miniatur Indonesia tetap terwujud dan terjaga di Papua.

Baca juga: Aktivis Kemerdekaan Papua Buchtar Tabuni Ditangkap Polisi

Pemprov siap membantu pemulangan mahasiswa asal Papua untuk kembali melanjutkan kuliahnya di perguruan tinggi di berbagai kota di Indonesia.

"Mahasiswa juga nekat-nekat, bahkan kedatangan saya di asrama Kamasan Surabaya ditolak dan tidak diterima," ujar Enembe.

Tidak ada tempat untuk bicara merdeka atau referendum, negara tidak mungkin memberi tempat dan berharap situasi di Papua tetap aman dan tidak lagi terjadi konflik, tegas Gubernur Lukas Enembe.

Hingga Selasa, 10 September lalu, tercatat 1.037 mahasiswa asal Papua dari berbagai kota di Indonesia kembali ke Papua.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia