Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Lukman Edy Puji Rencana Cak Imin Hilangkan Posisi Sekjen di PKB

Lukman Edy Puji Rencana Cak Imin Hilangkan Posisi Sekjen di PKB Ketua DPP PKB Lukman Edy (Foto: Instagram/mlukmanedy)

Pantau.com - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy menilai kebijakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengubah AD/ART untuk menghapus posisi Sekjen dan Dewan Syuro sudah tepat. Kebijakan tersebut muncul usai Muktamar PKB digelar di Bali.

"Artinya hari ini struktur kepemimpinan di PKB sudah berhasil menghilangkan dua posisi penting yaitu Dewan Syuro, tempat berkumpulnya kebijakan para kyai, dan sekjen yang selama ini diperankan sebagai dwi tunggal bersama sama ketua umum baik secara administratif maupun secara politik," kata Lukman di kepada wartawan, Kamis (22/8/2019).

Baca Juga: Cak Imin Masih Diamini di PKB

Kebijakan untuk menghilangkan posisi tersebut lah yang menurut Lukman, Cak Imin dengan berani sudah mengambil konsep besar.

"Kebijakan untuk merubah AD/ART dengan menghilangkan posisi sekjen sudah tepat dan bahagian dari konsep besar cak Imin sebagai mandatoris tunggal. Ini juga melengkapi desain sentralisasi di Ketua Umum Tanfidz," ungkapnya.

Baca Juga: Cak Imin Tegaskan Belum Ada Pengajuan Nama untuk Calon Menteri

Lebih lanjut, Edy sadar betul bahwa kebijakan Cak Imin ini bisa menimbulkan pro dan kontra. Ia pun mengaku akan mengajak berdiskusi jika masih ada kader yang tak paham dengan kebijakan yang diambil.

"Bagi yang kontra dan tidak setuju, ingin mendapatkan penjelasan lebih terperinci filosofis dan implikasinya, mari kita diskusikan secara mendalam. Saya menyediakan waktu untuk itu," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: