Pantau Flash
Bareskrim Terus Kembangkan Penyidikan Kasus Penipuan Putri Arab Saudi
Sudah Ada 3 Lapas Sediakan Ruang Saluran Hasrat untuk Napi di Indonesia
BNPB: 9 Orang Meninggal Akibat Banjir Jabodetabek
Dirjen PAS Sri Puguh Utami Dimutasi Jadi Kabalitbang
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Aliran Banjir Kanal Barat Tambora

Mantan Direktur Keuangan Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya

Headline
Mantan Direktur Keuangan Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi perseroan terbatas itu.

Keduanya secara berturut-turut keluar dari Kantor Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020), dengan menggunakan baju tahanan.

Mereka dibawa dengan mobil yang berbeda. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari Harry maupun Heru.

Baca juga: Dirut Jiwasraya Bungkam saat Tiba di Gedung Kementerian BUMN

Komisaris PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro pun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ketiganya dibawa ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk ditahan selama 20 hari.

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin telah mengeluarkan surat perintah penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor: PRINT - 33/F.2/Fd.2/12/ 2019 tertanggal 17 Desember 2019.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Baca juga: KPK Harus Taruh Perhatian Khusus dalam Kasus Jiwasraya dan Asabri

Dari jumlah tersebut, 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 2 persennya dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk.

Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: