Marak Pelecehan Seksual, TransJakarta Tambah Petugas Keamanan

Headline
Pria yang pernah onani di KRL diamankan petugas saat menggunakan Transjakarta.Pria yang pernah onani di KRL diamankan petugas saat menggunakan Transjakarta.

Pantau – Direktur Utama TransJakarta M Yana Aditya angkat bicara mengenai pelecehan seksual yang kerap terjadi di bus TransJakarta. Menurut Yana, pihaknya bakal menambah jumlah petugas keamanan untuk mencegah aksi pelecehan seksual.

Awalnya, Yana menjelaskan terkait kasus pelecehan seksual di dalam bus TransJakarta yang tak selesai sejak 2016. Ia membeberkan soal adanya korban yang takut melaporkan kejadian tersebut.

“Ini semacam mata rantai yang tidak putus. Bottleneck-nya di mana? Di pelaporan. Jadi data-data yang kami miliki dari 2016 sampai sekarang itu banyak kasus yang kalau bilang efek jera itu paling mentok adalah dibawa ke kantor polisi setelah itu bebas karena apa? Karena korban itu tidak pernah mau atau berani melapor,” ujar Yana.

Yana lalu menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengatasi kasus pelecehan seksual. Menurutnya, Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) cukup untuk menjerat pelaku.

“Kami sudah koordinasi dengan Polda Metro Jaya bagaimana kita bisa menyinkronkan karena apapun pelecehan seksualnya, kalau kita tidak bisa sampai menghukum, sekarang sudah ada UU TPKS itu seharusnya sudah cukup untuk melapis. Cuma tadi, dari korbannya ini memang banyak sekali yang tidak mau melapor,” kata dia.

Guna mengantisipasi adanya pelecehan seksual di dalam bus TransJakarta, Yana mengatakan pihaknya telah menyediakan call center yang dapat membantu korban untuk melapor. Nantinya korban juga akan mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Kami juga menyediakan call center yang akan kami bantu untuk fasilitasi, jadi mereka setidaknya kami catat dulu datanya itu sehingga pada saat nanti kami bisa mem-follow up itu kami sudah siap. Setidaknya bagi kami menyediakan kemudahan dalam hal pelaporan,” jelas Yana.

“Pendampingannya pun konselingnya sudah ada dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” kata dia.

Yana menjelaskan, pihaknya juga menambah petugas keamanan untuk mencegah aksi pelecehan seksual yang kerap dialami penumpang. Para petugas tersebut akan membatasi penumpang jika bus dirasa sudah penuh.

“Jadi pencegahan tetap ada dengan penambahan petugas di atas bus itu akan kami siapkan juga untuk pencegahan maupun juga pembatasan ketika pelanggan sudah penuh dan kita stop,” tandasnya. [Laporan Kiki]

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan