Pantau Flash
Mahathir Mohamad Mundur Sebagai Perdana Menteri Malaysia
WNI di Diamond Princess: Pak Jokowi, Jangan Biarkan Kami Mati Perlahan
Asap Tebal Selimuti Gedung DPR RI
Melonjak Rp5.000, Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi
Bappenas dan Denmark Kolaborasi dalam Pengembangan Ekonomi Sirkular

Masa Penahanan Habis, Kuasa Hukum Minta Ratna Sarumpaet Dikeluarkan

Masa Penahanan Habis, Kuasa Hukum Minta Ratna Sarumpaet Dikeluarkan Ratna Sarumpaet (Foto: Antara/Reno Esnir)

Pantau.com - Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin menyebut bahwa masa penahanan kliennya atas kasus penyebaran berita bohong atau hoax, telah habis terhitung sejak tanggal 15 Agustus 2019.

"Bahwa sejak tanggal 15 Agustus 2019 penahanan Ibu Ratna Sarumpaet telah berakhir dan tidak ada perpanjangan," ucap Insank saat dikonfirmasi, Senin (9/9/2019).

Baca juga: Ratna Sarumpaet Akhirnya Ajukan Banding

Meski disebut masa tahanan atas kasus itu telah habis, lanjut Insank, hingga saat ini kliennya itu masih mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sehingga, pihaknya neminta agar kliennya dikeluarkan dari Rutan lantaran tidak ada surat penahanan lanjutan.

"Penahanan Ibu Ratna menjadi kewenangan pengadilan tinggi dan surat penahanan dari PT telah berakhir di 15 agustus 2019 tidak ada perpanjangan lagi," tegas Insank.

Lebih jauh, Insank menyebut pihaknya telah melakukan beberapa upaya guna melepaskan Ratna Sarumpaet. Salah satunya dengan menanyakan soal surat penahanan lanjutan kepada Polda Metro Jaya.

"Senin minggu lalu kami sudah menanyakan surat penahanan lanjutan ke pihak petugas rutan Polda namun tidak ada juga," kata Insank.

Untuk itu, tim kuasa hukum Ratna Sarumpaet berencana akan kembali mendatangi Polda Metro Jaya guna meminta kliennya untuk dilepaskan.

"Makanya hari ini kami jam 12.00 ke Polda meminta kepada Dir Tahti agar Ratna Sarumpaet dikeluarkan dari tahanan demi hukum karena penahanan tanpa surat adalah ilegal," pungkas Insank.

Baca juga: Kuasa Hukum Upayakan Pemindahan Rutan untuk Ratna Sarumpaet

Untuk diketahui, Ketua Majelis Hakim Joni memvonis Ratna Sarumpaet 2 tahun penjara. Ratna terbukti bersalah sesuai Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1947 tentang Peraturan Hukum Pidana karena terbukti telah menyebarkan berita bohong yang menimbulkan benih keonaran.

JPU menjerat Ratna Sarumpaet dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: