Pantau Flash
Kemenperin Berkomitmen Kawal Investasi di Indonesia
Nissan Pastikan Tutup Pabrik di Indonesia
Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Latihan dan Kompetisi Olahraga
Dinkes Jakpus Pendatang Tanpa SIKM Harus Tes Swab Biaya Sendiri
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020

Mayat Terbakar Dalam Mobil, Polisi Sebut Empat Pembunuh Bayaran Kabur

Mayat Terbakar Dalam Mobil, Polisi Sebut Empat Pembunuh Bayaran Kabur Ilustrasi korban kejahatan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Empat pembunuh bayaran yang telah menghabisi ayah anak, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) diketahui telah melarikan diri ke wilayah Lampung Timur. 

Mereka merupakan eksekutor dan diperintah istri korban yakni AK yang telah ditangkap sebelumnya pada Senin, 26 Agustus 2019. Polda Metro Jaya pun bekerja sama dengan Polda Lampung untuk mencari keberadaan para pelaku.

Baca juga: Aulia Kesuma, Si Otak Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi Bermodal Rp500 Juta

"Kami bekerja sama dengan Polda Lampung untuk mengejar eksekutor bayaran sang istri (AK) di Lampung Timur," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto saat dikonfirmasi, Selasa (27/8/2019).

Baca juga: Video Detik-detik Ayah-Anak Dibunuh dan Dibakar dalam Mobil di Cidahu

Keempat pembunuh bayaran itu menghabisi ayah dan anak itu di rumahnya di Jalan Lebak Bulus1 Kav 129 B Blok U 15, RT 06 RW 05, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

Usai membunuh, para pembunuh bayaran itu meletakkan jasad korban di dalam mobil yang kemudian dibawa ke SPBU Cirendeu.

Selanjutnya, salah seorang pembunuh bayaran itu pun menghubungi AK selaku otak kejahatan untuk mengambil mobil yang berisi jasad korban.

Baca juga: Terungkap, Ini Motif Pembunuhan Ayah-Anak Di Sukabumi

Kemudian, oleh AK mobil beserta jasad kedua korban dibawa ke kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Lantas AK pun membakar mobil tersebut guna menghilangkan jejak.

Saat ini, tim dari Polda Metro Jaya telah berangkat guna mencari informasi dan petunjuk terkait keberadaan para pembunuh bayaran tersebut.

"Pengejaran dipimpin Kasubdit Jatanras," pungkas Suyudi.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: