Pantau Flash
Tiba di Polda Metro, Luhut Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Haris Azhar
Data per 26 September, 48.526.648 Penduduk Indonesia Sudah Dapat Vaksin Dosis Lengkap
Ngeri, IDI Ungkap Kasus Anak Terinfeksi Covid-19 Tertinggi di Jawa Barat
Covid-19 di Indonesia Hari Ini: Kematian di Bawah 100, Positif Tambah 1.760
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Mamuju Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami

Media Asing Soroti Tindakan Oknum TNI AU Injak Kepala Warga Disabilitas di Papua

Headline
Media Asing Soroti Tindakan Oknum TNI AU Injak Kepala Warga Disabilitas di Papua Dua aparat TNI AU terekam melakukan tindakan eksesif terhadap warga Papua Steven Yadohamang. (Foto: Instagram/ahmadsahroni88)

Pantau.com - Aksi oknum TNI AU yang menginjak seorang warga penyandang disabilitas di Merauke, Papua menuai kecaman. Elemen masyarakat Indonesia menyatakan geram melihat aksi yang dilakukan oleh oknum aparat pemerintahan tersebut. Bahkan, kejadian tersebut diberitakan oleh media asal Inggris.

Dalam pemberitaannya, Reuters menyebutkan pemerintah Indonesia menyatakan permintaan maaf atas tindakan dua aparat TNI yang menggunakan kekuatan berlebihan terhadap seorang warga Papua yang tuna rungu. Kejadian pada hari Senin di Kota Merauke tersebut terekam video dan menjadi viral di media sosial.

Dalam rekaman terlihat pria bernama Steven Yadohamang sedang bertengkar dengan pemilik warung bubur ayam yang dilerai oleh dua prajurit TNI AU. Steven kemudian terlihat didorong paksa oleh salah satu prajurit dengan cara menekuk tangannya, kemudian menjatuhkannya ke trotoar, demikian dikutip dari ABC News.

Baca juga: Puan Kritisi Oknum TNI Injak Kepala Warga: Jangan Buat Aparat Jadi Sosok Menakutkan Bagi Rakyat

Petugas lain yang mengenakan sepatu lars terlihat menginjak kepala Steven. Ketegangan telah berlangsung lama antara aparat keamanan Indonesia dan penduduk asli Papua.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (28/7), Kepala Kantor Staf Kepresidenan RI Moeldoko menyebutkan pihaknya mengecam tindakan aparat. Ia menggambarkan tindakan tersebut sebagai "bentuk penggunaan kekuatan berlebihan dan tindakan yang melanggar hukum". Pernyataan Moeldoko juga menyebutkan warga Papua tersebut tidak bersenjata, tidak melakukan perlawanan dan telah diidentifikasi sebagai penyandang disabilitas.

Juru bicara TNI Angkatan Udara, Indan Gilang Buldansyah mengatakan kedua prajurit tersebut akan diajukan ke pengadilan militer. Tahun lalu, para aktivis hak asasi manusia di Papua mengaku telah menjadi sasaran serangan online.

Baca juga: Tegas! KSAU Langsung Copot Danlanud-Dansatpom JA Dimara: Komandan Satuan Tanggung Jawab atas Anggotanya

Salah satunya yaitu Victor Mambor, jurnalis Papua yang mengaku tak bisa mengakses akun Twitter-nya setelah mengunggah video insiden Merauke. Pihak Twitter mengatakan akun Victor telah diretas. Rekaman kejadian itu, yang dibagikan secara luas di jejaring sosial, kembali memicu tuduhan perlakuan rasis oleh aparat terhadap orang Papua.

Pengacara HAM Veronica Koman yang tinggal di Australia membuat perbandingan antara apa yang dialami Steven dengan warga kulit hitam Amerika George Floyd tahun lalu. George tewas di tangan aparat polisi, kemudian memicu protes di seluruh penjuru dunia.

"Ini jelas bukan kejadian pertama kali. Pada 2016, mahasiswa Papua Barat Obby Kogoya juga diinjak kepalanya oleh aparat keamanan Indonesia," kata Veronica. "Tapi pengadilan malah memutuskan dia bersalah," ujarnya, dilansir Reuters, Kamis (29/7/2021).

Tim Pantau
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi