Pantau Flash
Menteri BUMN: Pengembangan Wisata Medis Dimulai di Bali
Kena OTT KPK, Wali Kota Cimahi Ajay Miliki Total Kekayaan Rp8,1 Miliar
KKP: Menteri Edhy Telah Ajukan Pengunduran Diri ke Presiden Jokowi
Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Naik 5.828
Pemerintah Terbitkan Perpres 109/2020 Dorong Pelaksanaan PSN

Mega: Indonesia-Tiongkok Memiliki Takdir yang Sama

Headline
Mega: Indonesia-Tiongkok Memiliki Takdir yang Sama Megawati Soekarnoputri (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara kunci dalam Understanding China Conference 2020. Forum ini diselenggarakan secara daring oleh China Institute for Innovation and Development Strategy, Jumat (20/11/2020). 

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube PDI Perjuangan, Megawati menyampaikan beberapa poin penting menyangkut hubungan Indonesia-Tiongkok dalam sudut pandang perdamaian dunia.

"Indonesia dan Tiongkok adalah dua negara yang telah dipertemukan oleh takdir yang sama. Sebagai negara pernah terjajah yang berjuang dengan upaya sendiri untuk lepas dari penajajahan," ujar Presiden Indonesia ke-5 ini. 

Baca juga: Pernyataan Pedas Megawati Soekarnoputri Soal Jakarta Saat Ini!

"Indonesia dan Tiongkok sama-sama merasakan pahitnya penjajahan, dan kolonialisme dari negara yang lebih kuat pada masa lalu," tandas Megawati. 

Lebih lanjut, ia menilai dunia sedang melihat kebangkitan Tiongkok. Dalam pembangunan yang masif, pertumbuhan ekonomi yang cepat, serta keterlibatan aktif dalam percaturan dunia saat ini.


Megawati memuji Tiongkok sebagai salah satu negara yang justru aktif memberikan bantuan termasuk ke Indonesia di masa pandemi COVID-19. 

"Saat awal pandemi, dimana masing-masing negara sibuk dengan persoalan dalam negeri, Tiongkok terlebih dahulu memberi bantuan yang konstruktif," jelasnya. 

Megawati mengapresiasi respons cepat Tiongkok dalam penanggulangan pandemi dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. 

Baca juga: Rasa Cinta kepada Negara, Megawati: Bukan RRC, Nanti Dibilang Komunis

Berdasarkan sejarah, lanjut Megawati, Tiongkok bukan negeri imperialis-ekspansionis, atau berusaha menaklukan negara lainnya.

"Sebaliknya, kekuatan Tiongkok di kancah global sejak zaman kerajaan mengedepankan kerja sama saling menguntungkan dan menghormati satu sama lain," selorohnya. 

Megawati berharap, Tiongkok dalam kebangkitannya dapat terus menjaga jalan damai diplomasi.

"Memberi ruang besar bagi kerja sama global yang saling menguntungkan dengan semangat persaudaraan," tandasnya. 

Menutup sambutan, Megawati mengajak dunia internasional dapat memaknai kebangkitan Tiongkok secara positif dan konstruktif.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: