Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Megawati Mengajak Perempuan Tak Usah Takut Terjun Politik

Megawati Mengajak Perempuan Tak Usah Takut Terjun Politik Megawati Soekarnoputri

Pantau.com - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia untuk tidak takut terjun ke dunia politik.

"Para perempuan jangan takut masuk ke dunia politik," kata Megawati.

Hal tersebut dia sampaikan saat memberikan keynote speech atau pembicara kunci dalam peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan BPIP di Jakarta, Minggu 22 Desember 2019.

Hadir pada acara yang bertema “Perempuan Hebat Indonesia Maju” itu antara lain Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno, jajaran BPIP, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, dan sejumlah pengusaha perempuan.

Mega mengatakan konstitusi yang berlaku di Indonesia tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Dalam konstitusi, kata dia, kedudukan perempuan sama dan sederajat, sehingga sudah saatnya bagi kaum perempuan untuk menyamakan perannya dengan kaum laki-laki.

Baca juga: Megawati Usul Agar Penanganan Bencana Masuk Kurikulum Sekolah


Mega lalu mencontohkan sejumlah perempuan yang sukses terjun ke dunia politik, antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani yang beberapa kali menduduki jabatan politik. Kemudian sosok Ketua DPR RI Puan Maharani. Mega menyebut jabatan ketua DPR selama 22 tahun terakhir selalu dipimpin oleh laki-laki.

Selain itu, kata dia, dirinya juga pernah menduduki jabatan Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Wakil Presiden ke-8 Republik Indonesia.

Mega mengatakan capaian tersebut bukan sebagai ajang pamer, melainkan agar bisa menjadi inspirasi bagi kaum perempuan lainnya. "Semua capaian itu kita lakukan dengan perjuangan," ujar dia.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa peran perempuan dalam perjuangan bangsa ini sudah dilakukan oleh para pendahulu, di antaranya RA Kartini,Tjut Nyak Dien, dan Dewi Sartika.

"Jangan lupa juga Indonesia juga punya Fatmawati. Dia seorang perempuan pemberani yang mau membuat bendera kita yang saat itu masih dijajah," kata Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Menurut dia, terdapat sejumlah pihak yang menilai bahwa Fatmawati hanyalah pahlawan penjahit bendera Sangsaka Merah Putih. Padahal, kata dia, kala itu sangat sulit untuk mecari kain merah untuk menjahit bendera pusaka.

Baca juga: Megawati Minta Jokowi Tunjuk Orang untuk Isi Posisi Dewan Pengarah BPIP


"Waktu itu mencari kain putih sangat mudah, tapi merah sangat sulit," ucap dia mengenang perjuangan sang ibunda.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui masih banyak hambatan bagi perempuan untuk bisa berkiprah dipanggung nasional dan internasional.

Salah satu faktor yang menjadi hambatan yakni adanya konstruksi sosial dan kultural yang menempatkan perempuan tidak boleh lebih maju dari laki-laki. "Perempuan dianggap konco wingking,” ucap dia

Padahal, kata Sri, semua peran itu bisa dilakukan jika antarpasangan dapat saling berkomunikasi dan berbagi peran. Pernyataan tersebut diamini oleh putri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, Yenni Wahid. Menurut dia, komunikasi dengan pasangan sangat penting agar tidak terjadi keributan di belakang hari.

Dia mencontohkan tentang suami yang merelakan istrinya bekerja, sementara suami tersebut mengambil peran urusan rumah tangga. "Itu tidak menjadi masalah asal keduanya sudah komunikasi dan bersepakat,” tukasnya.



Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Category
Nasional

Berita Terkait: