Pantau Flash
Pemkot Surabaya Diharapkan Bisa Beli Mobil PCR Seharga Rp10 Miliar
Coppa Italia Jadi Pembuka Kompetisi Sepakbola di Italia
Kemenperin Berkomitmen Kawal Investasi di Indonesia
Nissan Pastikan Tutup Pabrik di Indonesia
Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Latihan dan Kompetisi Olahraga

Melawan Saat Ditangkap, Bandar Heroin Ditembak Mati Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Bandar Heroin Ditembak Mati Polisi Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus (tengah) pimpin konferensi pers penungkapan kasus narkotika jenis heroin dengan barang bukti narkotika jenis heroin seberat hampir satu kilogram di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/2/2020). ANT

Pantau.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati seorang bandar narkoba jenis heroin berinisial JAJ lantaran melakukan perlawanan dengan merebut senjata api petugas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, mengungkapkan, awalnya ada empat orang yang diamankan terkait peredaran narkoba di daerah Jakarta Selatan. Keempat tersangka itu, yakni JAJ, D, SW dan A.

Baca juga: Bocah SMP Ditangkap Polisi karena Nekat Jadi Kurir Narkoba

"Empat tersangka berhasil diamankan, salah satunya dengan inisial JAJ terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur karena melakukan perlawanan saat dilakukan penggeledahan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (3/2/2020).

Setelah dilumpuhkan, petugas langsung melarikan JAJ ke rumah sakit terdekat. Namun JAJ akhirnya meninggal di tengah perjalanan menuju rumah sakit.

Adapun menurut Yusri, terungkapnya peredaran heroin oleh komplotan ini berawal dari penangkapan seorang pengedar heroin berinisial D pada 9 Januari 2020.

"Penyelidikan berhasil menangkap satu orang sekitar jam 17.00 WIB berinisial D dengan barang bukti tujuh gram heroin," ungkapnya.

Polisi kemudian memeriksa D secara intensif dan muncul nama JAJ sebagai pemasok heroin. Petugas kemudian memancing JAJ dan melakukan penangkapan. Saat digeledah polisi juga menemukan sejumlah barang bukti dari tangan JAJ.

"Ditemukan tiga gram heroin pada saat dilakukan penggeledahan dan dicek di kendaraan bermotor ditemukan heroin seberat total 40 gram," tuturnya.

Saat diperiksa, JAJ diketahui sebagai bandar heroin, kemudian berdasarkan informasi dari pelaku, petugas berhasil mengamankan dua tersangka lagi yakni SW dan A.

"JAJ ternyata adalah bosnya, yang merupakan bandar spesialis heroin," katanya.

Kemudian tim melakukan pengembangan dan pada Kamis dini hari petugas menggelandang JAJ untuk menunjukkan lokasi penyimpanan barang bukti lainnya. JAJ lalu mengarahkan ke TKP dan menemukan hampir satu kilogram heroin yang disembunyikan JAJ.

"Pada saat pengambilan itu tersangka JAJ mencoba melakukan perlawanan terhadap petugas. Dengan tindakan tegas terukur mampu melumpuhkan tersangka dan segera dibawa ke rumah sakit dan di tengah jalan meninggal dunia," pungkasnya.

Baca juga: Pekerja Tambang Bijih Timah Jadi Sasaran Peredaran Narkoba di Babel

Ketiga pelaku lainnya kini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: