Pantau Flash
Gawat! Sudah 51 Perkantoran di DKI Jakarta Tutup Akibat COVID-19
Antonio Banderas Umumkan Positif COVID-19 di Hari Ulang Tahunnya
Pemerintah Perpanjang Stimulus Keringanan Listrik hingga Akhir Tahun
Rusia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin COVID-19
Menteri Budi: Masa Pandemi Ancam Kebangkrutan Industri Penerbangan

Mendagri Beberkan Strategi Pencegahan dan Penanganan Karhutla

Mendagri Beberkan Strategi Pencegahan dan Penanganan Karhutla Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mengatakan, strategi pencegahan, pemadaman dan pemulihan penting dilakukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Strategi penangan yang paling utama adalah mencegah jangan sampai terbakar,” kata Mendagri usai Rapat Koordinasi Gabungan Tingkat Kementerian/Lembaga tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Ia mengatakan, selain upaya pencegahan yang perlu diprioritaskan, upaya pemadaman dan pemulihan juga harus menjadi fokus utama penanganan. "Jadi kita tahu ada tiga tahap (yaitu) pencegahan, kemudian pemadaman, terakhir pemulihan. Nah, di sini kunci utamanya adalah strateginya pencegahan," ungkapnya.

Baca juga: Mahfud MD Soal Kebakaran Hutan: Indonesia Terhitung Paling Aman

Ia mengatakan, upaya penanganan karhutla dapat dilakukan dengan kolaborasi maupun sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, selain juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan.

"Saya kira (bisa juga) dengan cara meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan tanah adat," tuturnya.

Namun, upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan tanah adat itu, katanya, perlu ditinjau kembali. Pemerintah juga berharap masyarakat dapat membantunya dengan membuka lahan tanpa harus membakarnya.

Hal itu =, sambung Tito, memerlukan aspek perubahan regulasi dan perlu ada bantuan dari pemerintah agar mereka bisa membuka lahan tanpa membakar. "Nah, ini memerlukan (kerja sama) dari Pemda dan Pusat," tandasnya.

Baca juga: Mendagri Terima Usulan dari Masyarakat soal Pemekaran Wilayah di Papua

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: