Mengapa Irjen Ferdy Sambo Tunjuk Bharada E Jadi Eksekutor yang Tembak Brigadir J? Begini Jawaban Polri

Headline
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Pantau – Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai otak dari pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Irjen Sambo dipastikan merekayasa pembunuhan itu dengan menunjuk Bharada Richard Eliezer alias Bharada E sebagai eksekutor yang menembak Brigadir J. Sementara, beberapa ajudan Ferdy Sambo lainnya disebut hanya melihat aksi penembakan itu.

Lalu, saat ditanya wartawan, mengapa Irjen Ferdy Sambo menunjuk Bharada E sebagai eksekutor?

“Itu masih bagian dari objek pemeriksaan dari penyidik. Ini kan masih berproses semuanya,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa malam (9/8/2022).

Dedi mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah berkomitmen akan mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J hingga tuntas. Namun, semua tetap harus melalui proses dan prosedur.

“Malam ini Pak Kapolri menyampaikan komitmennya, membuka kasus ini seterang benderangnya dan mengungkapkan tersangka FS dan tersangka K,” kata Dedi.

Dalam keterangan pers Selasa malam (9/8/2022), Kapolri mengumumkan status Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka. Bahkan, Irjen Sambo adalah otak dari pembunuhan Brigadir J.

“Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka, menurut peran masing-masing, penyidik menerapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto 55, 56 KUHP. Dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan penembakan dilakukan Bharada E atas perintah Irjen Ferdy Sambo. Namun belum diketahui apakah Sambo ikut menembak Brigadir J.

“Penembakan terjadi atas perintah FS (Ferdy Sambo) dengan senjata milik R. Terkait apakah FS ikut menembak, ini sedang dilakukan pendalaman,” kata Listyo.

Ferdy Sambo juga membuat kesan seolah terjadi baku tembak. Ia menggunakan senjata milik Brigadir J dan menembakkan ke arah dinding berkali-kali.

Atas perbuatannya, Ferdy Sambo terancam hukuman mati. Dia dianggap bertanggung jawab atas tewasnya Brigadir J pada Jumat (8/7/2022) di rumah dinasnya, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Berikut empat tersangka dan perannya dalam pembunuhan Brigadir J:

1. Bharada RE telah melakukan penembakan terhadap korban.
2. Bripka RR sebagai turut membantu dan menyaksikan penembakan korban.
3. KM sebagai turut membantu dan menyaksikan penembakan korban.
4. Irjen Pol FS menyuruh melakukan dan menskenario peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak di rumah dinas FS di Duren Tiga.

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan