Pantau Flash
Sah! Pilkada Serentak 2020 Tetap Digelar 9 Desember 2020
Peringatan Banjir Warga Jakarta! Bendungan Katulampa Bogor Siaga I
30 Hotel di DKI Jakarta Siap Digunakan untuk Isolasi Pasien COVID-19 OTG
Positif COVID-19 di Indonesia Pecah Rekor (Lagi), Tambah 4.176 Kasus
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda

Mengenal Istilah Moderasi Beragama untuk Kalangan Milenials

Mengenal Istilah Moderasi Beragama untuk Kalangan Milenials Kementerian Agama. (Foto: Dok. Kementerian Agama)

Pantau.com - Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI, Abdurahman Mas'ud mengatakan moderasi beragama harus menyasar kalangan milenial.

"Sangat cocok membicarakan moderasi beragama bersama generasi milenial," kata Mas'ud dalam diskusi yang digelar Al Wasat Institute bekerja sama dengan Balitbang dan Diklat Kemenag di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Dia menyebutkan masih banyak yang menganggap​ bahwa radikalisme dan intoleransi itu tidak ada di tengah-tengah masyarakat. "Banyak yang tidak mengakui. Padahal itu di semua agama ada, riset-riset banyak bicara hal itu, itu namanya 'deny the truth'," tambahnya.

Baca juga: Menag Pastikan Moderasi dan Toleransi Ada dalam Pelayanan Publik

Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah Hafizh Syafaaturrahman mengatakan generasi milenial punya peran besar dalam menyuarakan moderasi beragama.

Kalangan milenial, lanjut dia memiliki dua modal besar yaitu nalar kritis dan inisiatif bergerak mandiri.

Sementara peneliti Puslitbang Kemenag Muhammad Adlin Sila mengemukakan walaupun jumlah kelompok intoleran sedikit tetapi tetap menjadi ancaman bangsa ini. "Sebab 'small is beautiful', oleh karena itu moderasi beragama harus terus digalakkan" tambahnya.

Baca juga: Jokowi: Tak Apa-Apa Titip Pancasila ke Sobat Ambyar

Direktur Al Wasat Institute Faozan Amar mengatakan moderasi beragama sangat mendesak untuk terus disosialisikan di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.

"Karena moderasi beragama sama dengan merawat kebhinekaan," ujarnya.

Agar moderasi beragama berjalan dengan baik, sebutnya perlu keteladanan para elit dalam memahami dan mengamalkan ajaran agamanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: