Pantau Flash
Menkes Terawan: 9 WNI Positif Korona di Diamond Princess Tidak Sakit Berat
Kompetisi J-League Ditunda Akibat Virus Korona
Pemerintah Berikan Diskon Tarif Pesawat Akibat Serangan Korona
Komisi III DPR RI Desak MenkumHAM Yasonna Laoly Evaluasi Pegawai
Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Mahasiswa IPB Jadi Petani Modern

Menhan Ryamizard Geram Ada Pihak Minta TNI Pergi dari Papua

Headline
Menhan Ryamizard Geram Ada Pihak Minta TNI Pergi dari Papua Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Antara/Luqman Hakim)

Pantau.com - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengaku tak habis pikir hingga saat ini ada pihak-pihak yang meminta TNI angkat kaki dari tanah Papua. Ia mengaku sangat geram dengan adanya permintaan tersebut.

Ryamizard mengatakan, tugas TNI sebagai alat keamanan negara bila ada potensi mengancam keselamatan bangsa maka tak ada kompromi. Menurutnya tak ada yang boleh meragukan tugas TNI.

Baca Juga: Wiranto Sebut Akses Intenet di Papua dan Papua Barat Sudah Normal

"Masih segar ingatan saya, pernyataan dari Bu Mega (Megawati) pada tahun 2004, dia berkunjung ke Papua, satu kali TNI ditarik dari Papua, besok Papua merdeka. Ini yang jadi acuan kita. Karena banyak sekali orang yang menyuruh-menyuruh tentara pulang, ini ada apa maksudnya?," kata Ryamizard dalam rapat bersama Komisi I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Dalam paparannya, ia turut menyampaikan beberapa bentuk ancaman terhadap kedaulatan Indonesia. Ancaman itu, kata Ryamizard terbagi menjadi tiga bentuk yakni ancaman belum nyata, ancaman nyata, dan ancaman sangat nyata.

"Ini ancaman terorisme dan radikalisme, dua pemberontakan separatisme, narkoba dan bencana alam, pelanggaran wilayah perbatasan, dan lain-lain. Ancaman nyata pada poin 1 sampai 4 akan berulang dan berulang terus," ungkapnya.

Baca Juga: Kemeristekdikti-Kemenhan Jalin Kerja Sama Majukan Inovasi dan Riset

"Ini harus jadi perhatian kita bersama. Dan ancaman ketiga yang paling berbahaya adalah ancaman mindset seluruh rakyat negara Indonedia yang berusaha memecah belah yakni ancaman terhadap Pancasila," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: