Pantau Flash
Uji Klinis Fase 1 Vaksin Merah Putih Pertengahan 2021
PSSI Akan Gelar Kongres Tahunan Secara Tatap Muka Demi Hindari Gangguan Internet
Bupati Purwakarta Imbau Warganet Hati-hati dengan Akun Palsu yang Mencatut Namanya
Gunung Merapi Erupsi, Hujan Abu Guyur Sejumlah Wilayah di Boyolali
Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa di Sulbar Mencapai 105 Orang

Menhan Sebut Ada Pengaruh ISIS di Kerusuhan Papua

Headline
Menhan Sebut Ada Pengaruh ISIS di Kerusuhan Papua Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Antara/Dea Zhafira)

Pantau.com - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, kerusuhan di Papua dan Papua Barat terindikasi ada campur tangan kelompok separatisme yang bertujuan untuk memisahkan Papua dari Indonesia.

Ryamizard mengatakan, bahwa istilah KKB tidak terdapat dalam nomenklatur, yang ada ialah kelompok pemberontak bersenjata memiliki kepentingan yang sama dengan kelompok separatisme.

Berdasarkan catatan yang ia punya, ada tiga kelompok yang terlibat di dalamnya. Bahkan, secara gamblang ia mengungkapkan ada kelompok yang terafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Suriah atau ISIS.

Baca Juga: Menkominfo: Isu Hoax Soal Papua Berasal dari 20 Negara Lebih

"Perlu kami jelaskan kelompok di Papua ini ada tiga kelompok, yaitu kelompok pemberontak bersenjata, kelompok pemberontak politik dan kelompok pemberontak klandestin. Sebagai catatan, terdapat kelompok lain yang berafiliasi dengan ISIS telah menyerukan jihad di tanah Papua," kata Ryamizard dalam rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Lebih lanjut, menurut Ryamizard tiga kelompok pemberontak yang memiliki tujuan sama untuk memisahkan diri dari NKRI itu kini telah bersatu membentuk kekuatan baru.

Baca Juga: Ditanya Veronica Koman Tengah Berada di Singapura? Ini Jawaban Polri

"Kelompok pemberontak papua merdeka saat ini telah membentuk tentara baru yaitu West Papua Army yang merupakan gabungan tiga kelompok itu," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: