Pantau Flash
Tidak Gunakan Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp150.000
Doni Primanto Joewono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Kasus Positif COVID-19 Jadi 76.981, Nol Kasus Baru di Sembilan Provinsi
Kelly Preston Istri dari John Travolta Meninggal Dunia
Penyanyi Rap Lil Marlo Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak

Menhub Budi Karya Welcome China Akan Garap Transportasi di Ibu Kota Baru RI

Menhub Budi Karya Welcome China Akan Garap Transportasi di Ibu Kota Baru RI Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik jika China berminat menggarap proyek transportasi di calon ibu kota baru, Kalimantan Timur.

"Saya belum dengar, tetapi 'welcome' aja kalau mereka ingin ikut dalam proyek KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha)," katanya usai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam. di Jakarta, Selasa.

Budi menjelaskan sistem transportasi yang akan dikembangkan di ibu kota baru adalah kendaraan berbasis tenaga listrik dan mengutamakan angkutan massal.

Baca juga: Soal Isu Pindah Ibu Kota Dibiayai China, Fadli: Bisa Jadi Negara Abal-abal!

"Sebagai ilustrasi saja, kita akan membuat kereta dari Balikpapan menuju Kota Baru dan menuju Samarinda. Kalau ini KPBU, dan siapapun itu, termasuk China, kami 'welcome'," katanya.

Bukan hanya China, Menhub menegaskan semua pihak terbuka untuk bekerja sama menggarap infrastruktur transportasi di ibu kota baru.

"Yang penting kan kita punya konsep, dia boleh memberikan usulan nanti. Tidak harus China. Siapapun bisa, termasuk dalam negeri juga bisa," katanya.

Baca juga: China Ingin Garap Transportasi Publik di Ibu Kota Baru RI di Kaltim

Hanya saja, kata dia, pembangunan infrastruktur transportasi itu diharapkan yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesedikit mungkin. Yang jelas, Budi mengatakan konsep transportasi di ibu kota baru direncanakan secara menyeluruh, termasuk menghubungkan antarperkantoran.

"Katakanlah satu ide membuat AGT (automated guided transit) dihubungkan antarkantor ke istana sehingga kalau kita rapat enggak perlu bawa mobil sendiri," katanya.

Nantinya, kata dia, ada kereta yang akan melayani secara terus-menerus dan menghubungkan akses antarperkantoran. "Yang lain, dengan kendaraan-kendaraan listrik. Kami akan finalkan minggu ini. Kami akan lapor kepada Presiden mengenai konsep transportasi ibu kota baru di Kaltim," kata Budi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: