Menhub Dukung Pramugari di Aceh Pakai Jilbab

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: dephub.go.id)Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: dephub.go.id)

Pantau.com – Pemerintah
Kabupaten Aceh Besar mengeluarkan edaran berisi imbauan agar seluruh pramugari
maskapai penerbangan yang singgah di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda
wajib mengenakan jilbab.


Surat imbauan tersebut dilayangkan Bupati
Aceh Besar, Mawardi Ali, untuk menjalankan Qanun Nomor 11 tahun 2002 tentang
pelaksanaan syariat Islam bidang akidah, ibadah dan syiar Islam. Imbauan
tersebut hanya berlaku bagi pramugari yang beragama Islam, sementara yang non
muslim tidak ada paksaan untuk menaatinya.


Baca juga: Prabowo Subianto Deklarasi ‘Nyapres’ Saat Ultah Gerindra?


Menanggapi
hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik adanya imbauan
tersebut. Menurutnya, imbauan itu baik untuk dijalankan karena sudah menjadi
syariat dalam agama.


“Saya
pikir itu usulan yang baik karena ini suatu syariat. Hanya saja memang ini kan
sektoral di daerah Aceh. Saya pikir, saya mendukung,” kata Budi seperti
dikutip dari 
Antara, usai
Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 2018 di Jakarta,
Rabu (31/1/2018).


Baca juga: Jutaan Umat Bakal Sambut Kepulangan Rizieq Shihab, Ini Tanggapan Polisi


Budi menegaskan, imbauan tersebut hanya akan berlaku di Aceh yang memang telah menerapkan syariat Islam. “Daerah lain tidak,” ucapnya.


Sebelumnya,
surat bernomor 451/65/2018 yang diteken Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, yang
dikeluarkan pada 18 Januari 2018 ditujukan kepada seluruh General Manager
maskapai besar seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Citylink,
Sriwijaya Air, Wings Air, Air Asia, dan Ferefly yang mengimbau para
pramugarinya mengenakan jilbab dan berpenampilan muslimah.



Sejauh ini, baru Citilink dan Batik
Air yang pramugarinya sesuai dengan imbauan tersebut

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan N