Pantau Flash
Marquez Makin Kewalahan di Uji Coba Qatar
Ekonomi Negara-negara Terbesar Turut Luluh Lantak Akibat Korona
Kapal 10 Penumpang Tenggelam di Perairan Halmahera, 1 Orang Hilang
Puan Maharani Soal Kepercayaan Publik: Perilaku 1 Anggota DPR Berpengaruh!
Survei Median: Prabowo Ungguli Anies Jika Pilpres Digelar Hari Ini

Menko Luhut Minta KPK Bongkar Praktik Korupsi Penyelundupan Nikel Ore

Menko Luhut Minta KPK Bongkar Praktik Korupsi Penyelundupan Nikel Ore Gedung KPK. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan minta Komisi Pemberantasan Korupsi turut menindak dan mencegah praktik korupsi yang telah merusak iklim investasi, seperti penyelundupan nikel ore yang diduga merugikan negara hingga triliunan rupiah.

"Banyak kerjaan lain yang hebat dari ini yang kamu (KPK) bisa lakukan untuk menghemat uang negara," ujar Luhut dalam Standard Chartered Global Research Briefing di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Purnawirawan TNI itu ingin mengajak KPK bekerja sama, khususnya dalam proses pencegahan korupsi.

Baca juga: Kata Bamsoet, KPK Lebih Pilih Pencegahan daripada Penindakan Korupsi

Penanganan dan pencegahan korupsi dalam kegiatan ekonomi dibutuhkan untuk menjaga iklim investasi dan memastikan tata kelola ekonomi berjalan dengan baik. "Pencegahan dan penindakan seperti dua sisi mata uang. Kamu nangkap-nangkapin 'yes good', tapi banyak juga yang bisa lebih hebat dari kegiatan itu," ujarnya.

Luhut mengatakan akan segera mengundang KPK ke kantornya untuk membicarakan strategi pencegahan dan penindakan korupsi dalam investasi.

Ia  mengapresiasi langkah KPK yang dalam beberapa waktu terakhir getol melakukan operasi tangkap tangan, baik kepada kepala daerah maupun pejabat lembaga negara. Namun dia juga mendesak lembaga antirasuah itu untuk aktif melakukan pencegahan agar kebocoran uang negara dapat dimitigasi.

"Di kantor saya menyangkut masalah investasi saya ikutkan dari KPK. Apa tujuannya? adalah pencegahan. Seperti penyeludupan nikel ore. Itu besar sekali dan itu mau tertibkan kita semua," tambahnya.

Baca juga: Putra Mahkota UEA Ingin Pulau di Indonesia, Luhut Tawarkan Pulau Mori

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menghentikan ekspor nikel karena ada indikasi pelanggaran. Luhut yang mendukung kebijakan itu, menyebutkan penyelundupan nikel ore sudah sedemikian besar dengan modus manipulasi data.

"Nikel Ore sekarang diselundupkan sampai tiga kali lipat lebih banyak daripada seharusnya," kata Luhut di kesempatan sebelumnya.

Di sisi lain, Luhut mengklaim perkembangan program hilirisasi nikel cukup memuaskan. Nikel Ore sekarang sudah sampai pada "carbon steel". "Atinya nilai tambah kedua, sesudah itu masuk pada katoda kemudian kita masuk pada lithium battery, kemudian nanti terus saja masuk pada recycling program, kita recycle baterai-baterai bekas lithium," ujar Luhut.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: