Pantau Flash
Positif COVID-19 di DKI Jakarta Bertambah Terus hingga 7.153 Kasus
Kasus Positif COVID-19 RI 25.773, Nihil Kasus Baru di 10 Provinsi
Desak Presiden Jokowi Mundur, Ruslan Buton Dibawa ke Jakarta
AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China
Ada 4.599 Kendaraan Menuju Jakarta Diputarbalik

Menkominfo: Isu Hoax Soal Papua Berasal dari 20 Negara Lebih

Headline
Menkominfo: Isu Hoax Soal Papua Berasal dari 20 Negara Lebih Menkominfo Rudiantara (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Menkominfo Rudiantara mengungkapkan bahwa hoaks terkait isu Papua bersumber dari lebih 20 negara. Menurutnya, hoaks tersebar didominasi melalui media sosial Twitter dengan angka mencapai 90 persen.

"Menurut pantauan kami yang mention terkait konten Papua dideteksi bukan hanya berbahasa Indonesia, ada juga yang menggunakan bahasa Indonesia tetapi, taggingnya dari luar negeri, tetapi ada juga yang menggunakan bahasa Inggris terutama di luar negeri. Itu kami lihat ada 20 negara, lebih dari 20 negara," kata Rudiantara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Baca Juga: Veronica Koman Tersangka atas Kerusuhan Papua, Benny Wanda Angkat Bicara

Menurut Rudi, negara-negara itu berasal dari berbagai benua besar. Paling banyak didominasi dari benua Eropa dan benua Asia. 

"Tapi, yang kalau faktanya yang kami rekam ada dari yang mention tentang Papua. Karena kan kanal yang digunakan itu udah 500-an ribu lebih. Nah itu ada yang berasal dari luar negeri. Itu aja," ungkapnya.

"Twitter, paling banyak. 90 persen lebih twitter," sambungnya.

Sementara ketika disinggung nama Veronica Koman termasuk orang yang mengirimkan hoaks dari luar negeri, Rudi mengaku tak bisa memastikan. Ia menyerahkan hal tersebut kepada kepolisian.

"Enggak tau saya (Veronica Koman), Polisi yang urus," tuturnya.

Selain itu, per hari Kamis 5 September 2019, akses internet di Papua mulai dibuka kembali buka. hanya saja, ia menuturkan akses tersebut dibuka secara bertahap.

Baca Juga: Lenis Kogoya Imbau Masyarakat Papua Tidak Terprovokasi Berita Hoaks

"Telepon dan SMS kan enggak ada masalah. Nah, yang nanti dicabut pembatasannya yang datanya. Artinya nanti data internet bisa jalan lagi. Nah bertahap itu dalam artian kabupaten kotanya," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia