Mensos Risma Tegaskan Beras Bansos yang Ditimbun di Depok Milik JNE

Headline
Beras bantuan sosial (bansos) ditimbun dalam tanah di Depok. (Foto: Tangkapan layar)

Pantau – Kementerian Sosial Republik Indonesia mengungkap kasus penimbunan beras bantuan sosial (bansos) yang ditemukan tertimbun di dalam tanah lapang di Depok.

Pada kesempatan itu, Menteri Sosial, Tri Rismaharini menegaskan bahwa beras yang ditemmukan tertimbun itu milik JNE bukan Pemerintah

“Beras milik JNE bukan milik Pemerintah,” ungkao Menteri Risma, dalam konferensi pers, Selasa (2/8/2022).

Risma juga menjelaskan bahwa beras tersebut merupakan beras yang rusak karena terkena hujan saat pengambilan dari Gudang Bulog yang berlokasi di Pulo Gadung, Jakarta Utara.

“Beras basah adalah tanggung jawab JNE dan beras sudah diganti dengan paket lainnya masih bagus,” katanya.

Menurut Risma, beras bansos yang basah tersebut merupakan kesalahan pihak operasional JNE.

“Itu kesalahan pihak operasional JNE dan tidak dibebankan ke Pemerintah,”

Sebelumnya diberitakan, sejumlah karung beras ditimbun di dalam tanah lapang yang berada di Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (31/7/2022). Dilaporkan, yang akhirnya beras-beras itu menyebarkan bau busuk.

Video pemenuan itu diunggah oleh beberapa akun Instagram yang salah satunya adalah @kabarnegri, Minggu. Tampak dalam video pendek tersebut, beras-beras itu ditimbun dalam tanah dan dibungkus karung berukuran 20 kilogram, bahkan ada yang ditutup terpal biru.

Dikabarkan, beberapa karung beras itu bertuliskan ‘Beras Kita’. Tampak karung-karung beras ada yang sebagian terbuka dan memperlihatkan beras sudah membusuk.

Diketahui, Bansos presiden untuk warga terdampak Covid-19 yang tertimbun di dalam tanah itu terungkap setelah ahli waris pemilik lahan, Rudi Samin, melakukan penggalian menggunakan alat berat dan tengah ditangani Polrestra Depok.

Rudi menegaskan akan menempuh jalur hukum terkait temuan “kuburan” bansos dan penggunaan lahan tanpa izin tersebut.

 

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia