Meskipun Gratis Biaya Administrasi, Warga Tanah Tinggi Jakpus Tolak Nama Jalan Baru dari Anies

Headline
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Pantau – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengubah 22 nama jalan di Jakarta menjadi nama-nama tokoh Betawi dan menggratiskan biaya pengurusan administrasinya. Namun warga Jalan Tanah Tinggi Jakarta Pusat menolak perubahan nama menjadi Jalan A Hamid Arief.

“Saya mewakili warga menolak pergantian nama dengan keras tanpa alasan apapun, kenapa harus jalan kami yang dipilih sedangkan nama Hamid Arief bukan warga kami dan tidak pernah berdomisili di daerah kami,” kata Izron perwakilan warga Jalan Tanah Tinggi Jakarta Pusat.

Menurutnya, pergantian nama menimbulkan masalah baru bagi warga, yaitu persoalan administrasi meskipun sudah dijamin oleh pemerintah bahwa biaya pengurusannya gratis.

“Jangankan warga, RT aja enggak diberi tahu pemasangan plangnya secara diam-diam dan tengah malam. Masalah administrasi seperti KTP dan KK gartis tapi bagaimana surat-surat yang lain? seperti BPKB, sertifikat rumah apa semuanya gratis dijamin pemerintah?,” ucap Izron.

Sementara itu, Ketua RT 10 Kelurahan Tanah Tinggi, Fajri juga mengaku tidak diberi tahu terkait pegantian nama jalan dan tidak ada sosialisasi sebelumnya.

“Kami tidak tahu samasekali. Nama jalannya tiba-tiba diubah saja. Sebelumnya ada rencana pergantian nama dan mau diinfokan. Tapi sampai sekarang kita tunggu-tunggu tidak ada,” kata Fajri.

Ia menegaskan warganya menolak keras perubahan nama jalan tersebut.

“Plang nama jalan baru dipasang malam hari tanpa sepengetahuan RT dan warga setempat. Kita tetap menolak!,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Rosjik Muhammad menjelaskan pihaknya akan terus melakukan “jemput bola” dengan menghadirkan layanan keliling, terutama ke wilayah dengan perubahan nama jalan.

“Kita akan melakukan jemput bola lagi ke masing-masing lokasi, mereka tinggal bawa fotokopi KK dan KTP,” kata Rosjik.

Warga hanya tinggal membawa fotokopi KTP dan KK untuk melakukan perubahan data nama jalan terbaru. Di Jakarta Pusat sendiri, setidaknya ada delapan jalan yang mengalami perubahan, yakni Jalan Srikaya (Kebon Sirih), Jalan Buntu (Jalan Musi), Jalan Tanah Tinggi I Gang 5, Jalan Senen Raya, Jalan SMP 76 (Percetakan Negara), Jalan Kebon Kacang Raya sisi Utara, Jalan Kebon Kacang Raya sisi Selatan dan Jalan Cikini VII.

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda