Pantau Flash
Bappenas dan Denmark Kolaborasi dalam Pengembangan Ekonomi Sirkular
Quartararo Tercepat di Hari Kedua Uji Coba Qatar
Ji Xinping: Perjuangan China Hadapi Korona Masih pada Tahap Genting
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang

Miris, Misdah Jadi Tersangka Penggelapan Limbah karena Tak Bisa Baca Tulis

Miris, Misdah Jadi Tersangka Penggelapan Limbah karena Tak Bisa Baca Tulis Misdah tengah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Antara/Pradita Kurniawan Syah)

Pantau.com - Seorang pria tuna aksara yang tidak bisa membaca dan menulis bernama Misdah menjadi korban penipuan berlatarbelakang bisnis, akibatnya ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Bekasi lantaran diduga melakukan penggelapan limbah sebuah perusahaan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Misdah yang merasa kasusnya direkayasa ini akhirnya mengajukan praperadilan apalagi penetapan tersangka Misdah juga disinyalir banyak kepentingan bisnis.

"Praperadilan itu berkaitan dengan status tersangka klien saya dalam kasus penggelapan limbah," kata kuasa hukum Misdah, Simjon HJ Von Bullow dari Advocat Law Firm Moluccas, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: Soal Anjing Bima Aryo, Polisi Akan Periksa Ahli

Praperadilan ditempuh karena pria yang buta aksara itu tidak merasa melakukan penggelapan limbah di PT Goshsyu Industries (SGI). Karena sebelumnya, Misdah diberi hak pengelolaan, pengangkutan, dan penjualan limbah milik perusahaan tersebut hingga perjanjian tertulis dibuat pada 2003 lalu.

Setahun kemudian tepatnya tahun 2004, lanjut Simjon, Misdah membuat perusahaan sendiri dan terjadi perjanjian kedua, namun di perjalanan itu Misdah ditagih pembayaran tunggakan limbah oleh perusahaan sebesar Rp7 miliar. Pihak pegawai perusahaan tidak bisa menjelaskan tunggakan itu terjadi.

"Dikhawatirkan pihak perusahaan memanfaatkan kondisi Misdah yang tidak bisa membaca dan menulis," katanya.

Baca juga: Penipuan Apartemen di Ciputat Terbongkar, 455 Orang Pembeli Kecele

Karena tidak bisa membaca dan menulis itu, Misdah memutuskan untuk menyerahkan usaha limbahnya ke rekanannya. Penyerahan pengolahan limbah itu sekaligus meminta perusahaan rekanan Misdah bisa menyelesaikan tunggakan limbah yang diminta perusahaan. Simjon melanjutkan, pada November 2018 terjadi pencurian limbah yang kemudian direkayasa agar bisa melibatkan Misdah.

"Aksi pencurian ini kami duga ada kepentingan bisnis, dan merekayasa Misdah terlibat, karena sampai menggandeng LSM untuk melapor ke Polres Metro Bekasi," ucapnya.

Atas penahanan itu, Simjon menilai ada banyak kejanggalan karena saat pencurian diduga terjadi, Misdah sedang dirawat di RS Mitra Keluarga. Kemudian terkait pencurian dan penggelapan, tidak berarti dilakukan Misdah karena pengelolaan dilakukan juga oleh rekanan perusahaan Misdah.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: