Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

Moeldoko Tegaskan Aksi Kekerasan di Poso Bukan Terkait Persoalan Agama

Moeldoko Tegaskan Aksi Kekerasan di Poso Bukan Terkait Persoalan Agama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: KSP)

Pantau.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan peristiwa kekerasan atau terorisme yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah.

Moeldoko dalam siaran pers, di Jakarta, Rabu (16/6/2021), menegaskan apa yang terjadi di Poso bukan persoalan agama.

“Masyarakat jangan mudah terprovokasi. Apa yang terjadi di Poso bukan persoalan agama,” kata Moeldoko saat menerima perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, di Gedung Bina Graha Jakarta.

Baca juga: Takut Diserang Teroris, Warga Napu Poso Enggan Beraktivitas di Kebun

Moeldoko meminta FKUB terus memberikan perhatian untuk memperkuat soliditas antartokoh beragama, sehingga FKUB menjadi efektif.

"Sosialisasi ke masyarakat agar tidak mudah terprovokasi juga harus terus dilakukan. Karena tidak ada satu agama pun yang membenarkan pembunuhan maupun kekerasan,” ujar Moeldoko.

Kedatangan FKUB menemui Moeldoko ini terkait situasi keamanan di Poso, pascaperistiwa kekerasan beberapa bulan lalu yang dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Peristiwa kekerasan itu sudah ditangani pihak TNI dan Polri dengan mengusut dan memburu para pelaku kriminal tersebut.

Ketua FKUB Sulawesi Tengah KH Zainal Abidin menyampaikan saat ini kondisi di Poso sudah aman dan terkendali. Masyarakat sudah menyadari bahwa konflik tersebut bukanlah persoalan agama, namun hanya kelompok kriminal yang mencoba mencari perhatian.

Zainal juga menyampaikan sejatinya kekerasan yang dilakukan kelompok MIT intensitasnya sudah sangat kecil. Namun kelompok tersebut sengaja melakukan kekerasan dengan cara sadis dan kejam guna mencoba menarik perhatian dunia.

FKUB sejauh ini tidak tinggal diam. Bersama para pimpinan agama di Sulawesi Tengah, FKUB terus terlibat meredakan situasi di sana.

TNI/Polri juga turut memberikan perhatian besar atas peristiwa tersebut.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: