Muhammadiyah Dukung Guru SMPN di Jaksel Ingatkan Siswi Pakai Jilbab: Asal Tidak Memaksa

Headline
Dadang Kahmad (dok. Muhammadiyah)Dadang Kahmad (dok. Muhammadiyah)

Pantau – PP Muhammadiyah menyebut teguran seorang guru terhadap muridnya untuk mengenakan jilbab adalah perbuatan yang baik dan sah-sah saja. Asalkan tidak ada unsur paksaan.

Guru SMPN 46 Jakarta Selatan dipermasalahkan karena menegur seorang siswi berinisial R (13) untuk mengenakan jilbab.

“Menurut saya sah saja menganjurkan muridnya memakai jilnan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan, tapi tidak memaksa,” ujar Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).

Dadang mengatakan seharusnya guru diberikan ruang untuk memberikan nilai-nilai karakter kepada para muridnya. Termasuk disiplin dalam pembinaan keagamaan.

“Beri kesempatan kepada guru untuk membina karakter murid, termasuk disiplin di sekolah,” ujar Dadang.

Sebelumnya, seorang siswi SMP Negeri 46 Jakarta Selatan merasa tertekan setelah ditegur gurunya untuk mengenakan jilbab. Peristiwa ini pun menyita perhatian publik.

DN (24), kakak dari murid siswi tersebut, mengatakan adiknya ditegur di sekolah karena tidak memakai jilbab.

DN mengaku adiknya memang belum mengenakan jilbab. Namun dia merasa aneh ketika adiknya meminta dibelikan jilbab lebih dari satu.

“Saya tanya, ‘kenapa banyak banget? kan dipakai hanya hari Jumat saja’,” ujar DN.

Adiknya mengaku ditegur oleh gurunya agar mengenakan jilbab. Ada dua guru yang menegurnya agar R memakai jilbab.

“Teguran seperti, ‘R kamu kan muslim, pakai kerudung ya’. Bahkan guru yang lain menegur di depan kelas, sehingga teman-temannya melihat dan mendengar teguran kepada adik saya,” ujar DN.

Kata DN, teguran itulah yang membuat R tertekan dan tidak nyaman bersekolah.

Mengingatkan sesama muslim

Kepala SMPN 46 Jakarta Selatan, Endin Haenudin, mengatakan kedua guru yang menegur siswi itu tidak diberikan sanksi, melainkan hanya pembinaan.

“Sanksi enggak ya, tetapi pembinaan. Saya lakukan pembinaan, langsung saya undang unsur dari Dinas,” ujar Endin, Rabu (3/8/2022).

Endin menyatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh kedua guru. Kedua guru itu hanya mengingatkan siswinya untuk mengenakan jilbab karena sesama muslim. Karena sesama muslim harus saling mengingatkan dalam kebaikan.

“Ya karena mengingatkan sesama muslim. ‘Kamu muslim? Kok belum pakai kerudung?’ Kenapa guru mempertanyakan itu, karena ada tanggung jawab moril,” ujar Endin.

Endin pun menegaskan tidak ada niat perundungan atau bullying terhadap siswi tersebut. Teguran itu murni tanggung jawabnya sebagai seorang guru dan sesama muslim.

“Tidak ada bully atau mempermalukan atau mempermainkan, karena sedang proses pembelajaran,” ujar Endin.

Saat ini, kata Endin, persoalan itu sudah selesai. Kedua guru sudah menyampaikan klarifikasi dan berkomunikasi dengan siswi terkait dan kakaknya.

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan