Pantau Flash
DPR RI Setujui Perppu Pilkada Menjadi Undang-Undang
Putar Ekonomi Dalam Negeri, Pertamina Gandeng 3 BUMN
OMG! Utang Garuda Indonesia Capai Rp31,9 Triliun
Peserta UTBK SBMPTN Bersuhu Tubuh di Atas 37,5 Derajat Tak Boleh Ikut Ujian
Presiden Jokowi Optimistis Defisit Anggaran Dapat Menyusut di 2023

MUI: Pancasila Bukan Menjadikan Negara Sekuler atau Berdasarkan Agama

Headline
MUI: Pancasila Bukan Menjadikan Negara Sekuler atau Berdasarkan Agama Ilustrasi Pancasila. (via wikipedia)

Pantau.com - Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Noor Achmad mengatakan Pancasila tidak membentuk Indonesia menjadi negara agama ataupun sekular.

"Apa yang kita sepakati bersama melalui Pancasila, bukan menjadikan negara sekuler dan bukan negara berdasar agama," kata Noor dalam diskusi daring Inter Religious Council (IRC) Indonesia yang dipantau dari Jakarta, Selasa.

Menurut dia, terbentuknya Pancasila memiliki proses yang tidak sederhana untuk menjadi dasar negara karena melewati proses tarik ulur antarsesama elemen bangsa untuk menjadi kesepakatan bersama.

Baca juga: BPIP: Pancasila Warisan Pendiri Bangsa, Perpaduan Agamais dan Nasionalis

Dia mengatakan Pancasila lahir dari nilai luhur Indonesia, bukan impor dari filsafat dunia yang berkembang, seperti sosialisme dan kapitalisme.

Untuk itu, kata dia, perlu dipertegas bahwa Pancasila sifatnya mengakomodir agama dalam berbangsa, tetapi tidak menjadikan negara berideologi agama tertentu. Meski begitu, Pancasila tidak menjadikan Indonesia sebagai negara sekular yang memisahkan agama dari kenegaraan.

Noor mengatakan Pancasila saat ini sudah final sehingga tidak perlu lagi dibenturkan konsep antara agama dan negara dalam dasar negara.

"Pancasila itu membuat perdebatan hubungan agama dan negara sudah selesai. Saat sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan KemerdekaanIndonesia (BPUPKI), perumusan Pancasila sudah selesai, sudah menjadi kesepakatan. Artinya dengan tidak menerima Piagam Jakarta mengubahnya menjadi sila Ketuhanan YME mencerminkan di Indonesia tidak ada negara agama, sekaligus tidak sekular," kata dia.

Baca juga: Fatwa MUI: Pemakaman COVID-19 Harus Mengutamakan Kepentingan yang Hidup

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: