Pantau Flash
Kasus Harian Positif di RI Bertambah 2.307 per 14 Agustus 2020
Lampu Lalu Lintas akan Menyala Merah di Peringatan Detik-detik Kemerdekaan
Pemerintah Anggarkan Rp356,5 Triliun Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional
Vaksin Korona Merah Putih Siap Digunakan pada 2022
Putra Amien Rais Ribut dengan Pimpinan KPK Nawawi di Garuda Kelas Bisnis

Muncikari di Pusaran Prostitusi Online Artis PA Punya 100 Talent

Muncikari di Pusaran Prostitusi Online Artis PA Punya 100 Talent Polisi membawa muncikari S yang ditangkap di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Surabaya. (Foto: Antara/Didik Suhartono)

Pantau.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebut muncikari prostitusi finalis Putri Pariwisata PA berinisial S mempunyai 100 anak buah atau talent yang ditawarkan untuk bisnis itu.

"Sebanyak 100 talent tersebut didapatkan melalui pemeriksaan digital forensik," ujar Kapolda Jatim Pol. Irjen Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat.

Baca juga: Muncikari Buronan Kasus Prostitusi Publik Figur di Malang Akhirnya Terciduk

Mengenai indikasi 100 talent ini merupakan publik figur yang terlibat prostitusi, jenderal polisi bintang dua tersebut enggan memerinci sebab sampai sekarang polisi masih mendalami kasusnya.

Polisi, kata dia, akan memanggil dua talent berinisial IS dan B untuk dimintai keterangan sebagai saksi muncikari S.

"Kami sudah perintahkan kepada penyidik ada inisial IS dan B yang akan kami dalami lagi dan kami lakukan pemeriksaan. Nanti tanya kepada penyidiknya, ya," ucapnya.

Baca juga: Terjerak Kasus Prostitusi, PA: Saya Tak Pernah Ikuti Ajang Putri Indonesia

Sebelumnya, finalis Putri Pariwisata PA diamankan bersama seorang pria berinisial YW dan muncikari berinisial J terkait dengan kasus prostitusi di sebuah kamar hotel di Kota Batu, Jatim, Jumat (25/10) malam.

Dalam kasus prostitusi PA itu, Polda Jatim menetapkan pria berinisial J dan S yang berperan sebagai muncikari sebagai tersangka, serta menyita uang sebesar Rp13 juta untuk barang bukti.

Polda Jatim menjerat muncikari J dan S dengan Pasal 296 dan 506 KUHP karena menerima atau mengambil keuntungan dari kegiatan prostitusi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: