Nahlo! Kakak Ade Yasin Diperiksa KPK Diduga Terlibat Kondisikan Laporan Keuangan Pemkab Bogor, Kongkalikong?

Headline

Pantau – Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin diduga terlibat dalam pengaturan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Bogor, Jawa barat. Dirinya diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung pada Kamis (23/6/2022).

Sementara itu, tersangka Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin (AY) dalam menyidikan kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2021.

“Terduga bersedia memberikan keterangan terkait dugaan adanya pembahasan bersama antara saksi dengan tersangka AY dalam persiapan untuk mengondisikan laporan hasil audit pemeriksaan tim auditor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Jawa Barat,” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Melansir dari Antara, Rachmat Yasin merupakan kakak kandung tersangka Ade Yasin, adalah terpidana perkara penerimaan gratifikasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor dengan total sekitar Rp8,9 miliar. Saat ini, Rachmat Yasin sedang menjalani hukuman pidana penjara atas perkaranya di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung.

Berdasarkan penyidikan kasus dugaan suap laporan keuangan Pemkab Bogor TA 2021, KPK telah memeriksa Ade Yasin pada Rabu (22/6/2022) sebagai saksi untuk tersangka pegawai BPK Perwakilan Jabar/Kasub Auditorat Jabar III/pengendali teknis Anthon Merdiansyah (ATM) dan kawan-kawan.

Kemudian Ali mengatakan terdapat arahan ke beberapa SKPD di Pemkab Bogor yang dijadikan sebagai obyek audit pemeriksaan oleh tersangka Anthon untuk memanipulasi data-data keuangan, saat melakukan pendalaman penyidikan kepada Ade Yasin.

“Pendalaman juga terkait dugaan kesepakatan hasil kesimpulan hasil audit menjadi tidak ada temuan,” jelasnya.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan delapan tersangka, dimana empat di antaranya merupakan tersangka pemberi suap, yakni Ade Yasin (AY), Sekretaris Dinas Kabupaten Bogor Maulana Adam (MA), Ihsan Ayatullah (IA), dan Rizki Taufik (RT).

Sementara empat tersangka lain selaku penerima suap ialah Anthon Merdiansyah (ATM), pegawai BPK Perwakilan Jabar/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan (AM), pegawai BPK Perwakilan Jabar/pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK), dan pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR).

KPK menduga suap yang dilakukan Ade Yasin tersebut bertujuan agar Pemkab Bogor kembali mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

Selain itu, selama proses audit diduga ada beberapa kali pemberian uang lagi oleh Ade Yasin melalui Ihsan Ayatullah dan Maulana Adam kepada tim pemeriksa, di antaranya dalam bentuk uang mingguan dengan besaran minimal Rp10 juta hingga total selama pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp1,9 miliar.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Reporter
Renalya Arinda