Pantau Flash
Terima Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19
Erick Thohir Sebut Vaksin Mandiri Akan Dilakukan Setelah 1-2 Bulan Vaksin Gratis Diberikan
Muhammadiyah Komitmen Dorong Ekonomi Pancasila
Tatanen di Bale Atikan Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan di Purwakarta
Bertambah 12.568, Kasus Positif COVID-19 di RI Jadi 939.948 per 20 Januari

NasDem Salahkan Sistem Pencegahan Korupsi di Tengah Maraknya OTT KPK

NasDem Salahkan Sistem Pencegahan Korupsi di Tengah Maraknya OTT KPK Partai NasDem (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) baru saja melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Muara Enim dan Bupati Bengkayang. Hal itu menambah catatan buruk kepala daerah yang terjerat korupsi selama 2019.

Menanggapi hal itu, Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate, menilai banyaknya OTT terhadap kepala daerah lantaran sistem pencegahan korupsi di Indonesia belum maksimal.

"OTT makin banyak menggambarkan masih banyak korupsinya. Masih banyak korupsi menggambarkan masih kurangnya pencegahan korupsi. Masih kurangnya pencegahan menggambarkan memang sistem pencegahan korupsi kita belum betul," kata Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga: OTT Bupati Muara Enim, KPK Segel Sejumlah Ruang Kerja

Menurutnya dalam pencegahan korupsi jangan hanya menjadi slogan-slogan omong kosong saja. Ia menilai perlu ada langkah yang fundamental dalam proses pencegahan korupsi.

"Kalau Nasdem langkah strategisnya tanpa mahar. Tapi bukan satu-satunya itu orang nggak korupsi. Orang bisa saja korupsi kalau dia serakah. Makanya seleksi calon harus dilakukan dengan betul," ungkapnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bisa Ubah Nama-nama Capim KPK, Jika.....

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat juga memilih dengan teliti siapa calon yang akan dipilih atau diberikan amanah menjadi pemimpin. 

"Karena kampanye belum lakukan sosialisasi terkait integritas dan kredibilitas calon. Ini persoalan yang kompleks dan rumit yang harus diselesaikan satu-satu," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Bagaskara Isdiansyah