Ngeri! Suspek Positif COVID-19 Tembus 5.827 Kasus, DKI Tertinggi 1.993 Kasus

Headline
Ilustrasi (Foto: Pixabay)Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami penambahan sebanyak 5.827 orang sehingga total kasus kini ada 6.216.621 (6,22 juta) hingga Selasa (2/8/2022) pukul 12.00 WIB.

Ada lima daerah yang mengalami penambahan kasus positif terbanyak yakni DKI Jakarta 1.993 kasus, Jawa Barat 1.549 kasus, Banten 788 kasus, Jawa Timur 526 kasus dan Bali 158 kasus.

Penambahan kasus positif itu, juga diikuti dengan meningkatnya kasus aktif yang kini mencapai 49.048 setelah bertambah 1.239 kasus.

Adapun angka kematian bertambah 24 jiwa. Per Selasa, jumlah orang yang meninggal karena COVID-19 sudah mencapai 157.028 orang.

Satgas menyatakan meski ketiga indikator mengalami kenaikan, kasus kesembuhan ikut bertambah 4.564 orang. Hingga kini, sebanyak 6.010.545 (6,01 juta) pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Di mana daerah dengan penambahan pasien sembuh terbanyak ada di DKI Jakarta 1.861 orang, Banten 1.191 orang, Jawa Barat 583 orang, Jawa Timur 337 orang dan Bali 227 orang.

Satgas menambahkan 7.264 orang kini dinyatakan sebagai suspek COVID-19 dan 133.211 spesimen telah diperiksa di seluruh laboratorium yang ada di Indonesia.

Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah lonjakan kasus COVID-19.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memakai masker dan melengkapi diri dengan vaksinasi hingga dosis penguat atau booster.

Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara konsisten agar penularan dari berbagai subvarian COVID-19 yang kini terus bermutasi dapat diminimalisir dan mengurangi risiko kefatalan.

“Tidak bosan saya mengingatkan bahwa kita belum sepenuhnya terlepas dari pandemi COVID-19. Dinamika kenaikan, maupun penurunan baik angka kasus positif, kesembuhan maupun kematian akan terus bergulir jika kita semua tidak konsisten menjalankan upaya pencegahan baik dalam bentuk prokes maupun vaksinasi,” katanya.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino