Niki Minta Perlindungan ke Propam Dugaan Kriminalisasi

Headline
Nikita Mirzani. (Tangkapan layar)

Pantau – Artis Nikita Mirzani mendatangi gedung Propam Polri untuk meminta perlindungan terhadap sikap polisi yang merusak halaman rumahnya saat memaksa akan menangkapnya.

Nikita mengaku dirinya menjadi korban kriminalisasi. Pukul 11.58 WIB, Rabu (22/6/2022), Nikita tiba dengan mengenakan kemeja hitam dengan masker oranye. Dia datang bersama pengacaranya, Fachmi Bachmid.

“Hari ini agendanya membuat pengaduan mohon perlindungan kepada propam, seperti apa nanti kita sampaikan setelah buat laporan,” kata Fachmi kepada wartawan.

Diketahui, belakangan ini Nikita dihebohkan penjemputan penyidik Polresta Serang Kota di rumahnya pada waktu dini hari. Menurut yang akrab disapa Nyai ini, polisi tidak sabar menunggu pagi hari layaknya orang bertamu.

“Apa yang kita adukan setelah dapat tanda terimanya nanti kita sampaikan. Intinya Niki minta keadilan dan proses hukum harus lurus,” ujarnya.

Laporan tersebut terdaftar pada Nomor: SPSP2/3542/VI/2022/Bagyanduan. Niki mengaku dikriminalisasi.
Nyai keberatan kasus ini dianggap terlalu terburu-buru, padahal dirinya belum pernah mendapatkan surat pemanggilan. Namaun saat itu di rumah Niki semua polisi memaksa masuk.

“Jadi Niki minta perlindungan hukum dan keadilan adanya dugaan kriminalisasi dan ketidakprofesionalan. intinya seperti itu. Materinya seperti apa, ada sekitar sembilan halaman, tadi kita sampaikan berikut lampiran-lampirannya,” kata Fachmi.

Adukan Dugaan Kriminalisasi
Fachmi tak mau menyebut siapa anggota kepolisian yang diadukan ke Propam. Namun, di surat pengaduan tersebut, tertera bahwa Nikita Mirzani mengadukan soal permohonan perlindungan hukum dan keadilan atas dugaan kriminalisasi dan ketidakprofesionalan serta tindakan sewenang-wenang yang dilakukan penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota dalam menangani laporan polisi nomor LP/B/263/2022/SPKTC/Polresta Serang Kota/Polda Banten, tanggal 16 Mei 2022 atas nama pelapor Mahendra Dito.

“Jadi terkait dengan permasalahan ini, kami sudah adukan. Siapa yang kita laporkan, itu menjadi urusannya pihak Propam. Jadi kita tidak akan sampaikan ke rekan-rekan karena itu biar menjadi proses penyelidikan atau mungkin yang ditindaklanjuti oleh institusi dari Propam itu sendiri. Tadi Divisi Propam nanti pasti akan menindaklanjuti pengaduan,” katanya.

Selanjutnya, Fachmi juga mengatakan aduan ini juga mencakup proses penjemputan Nikita pada 15 Juni 2022 dini hari. Dia menyebut kliennya meminta keadilan kepada Propam.

“Sehingga timbul permasalahan pada tanggal 15, tiba-tiba datang di rumahnya Niki jam 3 pagi, ya itulah kita laporkan semua permasalahannya dan Niki minta keadilan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Nikita mengaku heran bahwa penyidikan yang di Polresta Serang berjalan dengan cepat sehingga dirinya dikabarkan telah menjadi tersangka. Dengan itu, Nikita juga meminta keadilan kepada Propam.

“Padahal kan proses ini saya tuh belum datang sama sekali gitu. Karena, biasanya, kalau kita tidak datang pertama, itu akan ada pemanggilan lagi, akan ada pemanggilan lagi, ini nggak. Ini langsung. Kayaknya tuh semua serba cepat gitu. Di sini serba cepat, kayak ekspres banget,” kata Nikita.

“Ini meluruskan ya, saya dan yang lain mengerti hukum, ini prosesnya terlalu cepat. Karena, dalam penyelidikan kasus, tidak pernah restorative justice, mereka melakukan upaya paksa penggeledahan, masuk tanpa izin surat dari pengadilan, terus ada surat dua di tanggal yang sama tanggal 13 Juni surat TSK tersebar luas ke kalian, ke musuh saya, terus kenapa belum ada keterangan dari saya, padahal sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tambahnya.

Kejari Terima SPDP Kasus Nikita
Kejari Serang, Banten, telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terkait kasus Nikita Mirzani dari penyidik kepolisian. Status Nikita Mirzani dalam SPDP itu sebagai terlapor.

“Statusnya (sebagai) terlapor,” kata Kasi Intel Kejari Serang Rezkinil Jusar, Rabu (22/6/2022).

Kejari Serang menerima SPDP itu pada 13 Juni lalu. Rezkinil menjelaskan penyerahan SPDP oleh penyidik kepolisian sesuai dengan KUHAP.

Nikita Mirzani diketahui terjerat kasus terkait informasi dan transaksi elektronik (ITE) terkait unggahan di Instagram Story. Kejari menyebut penyidikan kasus terkait konten di media sosial itu ranah mereka. Karena penyidikan dilakukan oleh kepolisian dan dalam hal ini jaksa penuntut menunggu berkas untuk diteliti.

“Produk penyidik tanya ke penyidik, yang penting SPD telah kita terima, masalah penyidikan mereka (kepolisian) yang tahu,” ucapnya.

Kasus Niki

Pada Senin (16/5/2022), bintang film Nenek Gayung dan Comic 8 membuat serang ditujukan kepada pacar baru Nindy, Mahendra Dito Sampurno alias Dito Mahendra.

Nikita Mirzani mengunggah sejumlah foto tangkapan layar percakapan via fitur direct message atau pesan langsung dengan kapten pilot berinisial A. Percakapan itu membahas gaya hidup Dito Mahendra.

“Met siang Nyai, perkenalkan saya Capt. An*** mantan crew private jet Dito Mahendra,” ungkapnya seraya membeberkan daftar utang Dito.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni