Pantau Flash
Kasus COVID-19 di Indonesia 28.818, Tidak Ada Kasus Baru di 11 Provinsi
Gempa Bumi 7,1 M Guncang Maluku Utara
Seluruh Rumah Ibadah di Jakarta Dibuka Mulai Besok
Ferdian Paleka Akhirnya Bebas!
MUI: Salat Jumat 2 Gelombang Bisa Dilakukan, Tapi Tidak di Indonesia

Nusron Wahid: Tidak Ada Restu dari Jokowi untuk Airlangga dan Bamsoet

Headline
Nusron Wahid: Tidak Ada Restu dari Jokowi untuk Airlangga dan Bamsoet Ketua umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) memimpin rapat pengurus pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (5-11-2019). (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Nusron Wahid yakin tidak ada "restu-restuan" dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bagi calon Ketua Umum Partai Golkar.

"Saya yakin tidak ada restu-merestui kepada satu atau dua orang kandidat dari Pak Presiden, termasuk kepada Pak Airlangga sebab beliau sangat demokratis dan menghargai proses demokrasi," ujar Nusron di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Pengamat Ingatkan Kubu Airlangga Tidak Terbuai Pujian Jokowi

Menurut Nusron, Presiden Jokowi menghargai hak dan pilihan DPD I dan DPD II Golkar dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar pada bulan Desember mendatang.

Terkait dengan pujian Jokowi pada Airlangga Hartarto saat peringatan HUT Ke-55 Golkar, Nusron menilai wajar mengingat Airlangga merupakan salah satu menteri di kabinet Jokowi. Akan tetapi, hal itu bukan berarti merestui Airlangga kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Golkar.

"Merupakan hal yang wajar jika Presiden Jokowi memuji Pak Airlangga. Apalagi yang bersangkutan menteri pilihan beliau. Masa Pak Jokowi mengatakan menterinya jelek, kan tidak mungkin," kata Nusron.

Ia melanjutkan, "Malah lucu kalau Pak Jokowi tidak memuji pilihannya. Apalagi Pak Airlangga memang menteri yang perform di mata beliau."

Baca juga: Jokowi Isyaratkan Dukung Airlangga Jadi Ketum Golkar, Timses Bamsoet Bicara

Namun, sekali lagi Nusron menekankan bahwa memuji menteri bukan berarti Presiden Jokowi merestui dan ikut-ikutan dalam munas atau agenda internal partai.

"Pak Jokowi pasti mengharapkan agar pelaksanaan munas berjalan dengan demokratis, fair play, dan tidak gaduh, serta menghargai berbagai pendapat yang ada," ujarnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: