Oesman Sapta Vs Sudding, Guncang Harmonisasi Hanura

Headline
Logo Partai Hanura. (Foto: facebook/Partai Hanura)Logo Partai Hanura. (Foto: facebook/Partai Hanura)

Pantau.com – Kabar pemecatan Oesman Sapta Odang (OSO) dari jabatannya
sebagai Ketua Umum Hanura jadi pukulan ditengah masa verifikasi faktual partai
tengah berlangsung.

Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan
Daerah (DPD) RI tersebut menuding, pemecatan yang dilakukan terhadap dirinya
lantaran adanya ‘kepentingan-kepenting’ nakal di internal partai.


“Karena apa dalam suasana seperti ini dalam menjelang
verifikasi tentu ada niat niat orang tertentu ingin mengecilkan Hanura dan
mungkin nanti kalua mereka gagal mereka akan pindah ke parpol lain,” ungkap
Oso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2018).


Lebih lanjut, Oso juga membenarkan saat ini banyak kader
dari Hanura yang berpaling ke partai lain, hal inilah yang dipandang Oso untuk
melakukan ‘pembersihan’ partai. Bahkan apabila itu tidak terjadi ia siap
mengundurkan diri.

“Sederhana saja, saya mundur atau mereka
berhenti,” ujar Oso lugas.


Sebagai informasi, pemecatan terhadap Oso disampaikan
langsung oleh Sekretaris Jendral Hanura Sarifruddin Sudding pada saat melakukan
rapat di Hotel Ambhara, Senin, 15 Januari 2018 kemarin.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta