Ogah Divonis 3,5 Tahun Penjara, Agnes Serahkan Memori Kasasi ke PN Jaksel

Headline
Penampilan AG saat mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (30/3/2023). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.Penampilan AG saat mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (30/3/2023). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Pantau – Agnes alias AG (15) melalui kuasa hukumnya menyerahkan memori kasasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada hari ini, Selasa (23/5/2023). Hal itu lantaran, Agnes tidak terima tetap divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora (17).

“Benar hari ini,” ujar kuasa hukum Agnes, Mangatta Toding Allo, kepada wartawan.

Diketahui, Agnes dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan kasasi dalam kasus ini. Berdasarkan data SIPP PN Jaksel, pihak Agnes dan JPU mengajukan kasasi itu ada Rabu (10/5).

“Sudah ajukan permohonan kasasi terhadap putusan PT DKI pada hari Rabu tanggal 10 Mei 2023,” kata Pejabat Humas PN Jaksel, Djuyamto, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/5).

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menolak banding yang diajukan oleh Agnes alias AG (15) terkait kasus penganiayaan dilakukan Mario Dandy Satrio (20) terhadap Cristalino David Ozora. PT DKI memutuskan tetap menghukum Agnes selama 3,5 tahun penjara.

“Mengadili, menerima permintaan banding penasihat hukum anak dan penuntut umum tersebut. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nomor 4/Pidsus Anak/2023/PN JKT.SELATAN tanggal 10 Maret 2023 yang dimohonkan banding tersebut,” ujar hakim tunggal, Budi Hapsari, dalam persidangan di PT DKI, Kamis (27/4/2023).

“Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani anak AG dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan anak tetap berada dalam tahanan,” imbuhnya.

Agnes dinilai terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut. Sehingga Agnes tetap dinyatakan bersalah melanggar Pasal 355 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Jadi, Agnes tetap menjalani hukuman penjara di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) selama 3, 5 tahun atau 3 tahun dan 6 bulan penjara

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia