Pantau Flash
Trump Berharap Seluruh Warga AS Disuntik Vaksin COVID-19 April 2021
Giannis Antetokounmpo MVP NBA 2020, Kalahkan King James dan Harden
Depok Berikan Kelonggaran Terhadap Aktivitas Warga 2 Pekan ke Depan
Rektor IPB Positif COVID-19 Tanpa Tunjukkan Gejala
Tambahan Kasus Harian COVID-19 RI Rekor Lagi, 4.168 Dinyatakan Positif

Ormas di Makassar Razia Buku Berbau Komunis, Ini Kata DPR

Ormas di Makassar Razia Buku Berbau Komunis, Ini Kata DPR Sekelompok orang yang menamakan diri Brigade Islam Indonesia. (Foto: Instagram)

Pantau.com - Anggota Komisi III di DPR RI, Teuku Taufiqulhadi mengaku sangat menyayangkan terkait adanya sekelompok orang yang melakukan sweeping di dalam salah satu toko buku yang dinilai mereka telah salah menjual buku berpaham Marxisme dan Leninisme. Menurutnya, hal itu merupakan tidakan yang tidak dibenarkan.

"Saya katakan itu tindakan yang salah dan tidak dibenarkan. Karena undang undang kita tidak melarang menjual buku-buku tersebut. Pada prinsipnya semua pihak boleh menjual buku-buku karya Marx atau tema tentang Marxisme dan Sosialisme," ujar Taufiqulhadi saat dihubungi, Minggu (4/8/2019).

Menurutnya, semua warga negara Indonesia saat ini tidak ada larangan untuk mempelajari buku tersebut. Asalkan mempelajari buku tersebut untuk pengetahuan semata. "Yang dilarang adalah gerakan yang didasarkan pada filsafat Marxisne yang ditafsirkan oleh Lenin: kita mengenalnya sebagai komunisme. Jadi yang dilarang adalah gerakannya," tuturnya.

Baca Juga: Video Aksi Ormas di Makassar Diduga Lakukan Razia Buku Berbau Komunis

"Sebagaimana juga  negara tidak melarang menjual dan mempelajari konsep khilafah. Tapi yang dilarang adalah gerakannya. Gerakan yang hendak mendirikan khilafah di Indonesia," sambungnya.

Lebih lanjut, Taufiqul mengatakan, tindakan oknum dari organisasi tersebut bisa dianggap sebagai tindakan melawan hukum karena  berpotensi menimbulkan keonaran dalam masyarakat.

"Oleh sebab itu, saya minta kepada aparat penagak hukum untuk mencegah dan menindak pelakunya. Karena tindakan tersebut tidak boleh menyebar ke kota-kota lain," tandasnya.

Baca Juga: Infografis Deretan Razia Buku Kiri di Era Pemerintahan Jokowi

Untuk diketahui, Sekelompok orang yang menamakan diri Brigade Islam Indonesia diduga merazia buku-buku berbau komunis di salah satu toko buku terbesar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Peristiwa tersebut viral di media sosial.

Sebuah akun Instagram @makassar_iinfo memposting rekaman video tentang peristiwa tersebut. Dalam unggahannya, akun itu menyebut mereka menyisir buku tentang Marxisme dan Leninisme.

"Aksi razia buku diduga berisi paham Marxisme, Leninisme dan Komunisme di sejumlah toko buku ternama di pusat perbelanjaan atau mal di Kota Makassar," tulis akun tersebut seperti dikutip Pantau.com, Minggu (4/8/2019).

Tim Pantau
Editor
Bagaskara Isdiansyah

Berita Terkait: