Pantau Flash
Perpadi Minta Pemerintah Pertimbangkan Lagi Rencana Impor di Tengah Panen Raya
Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro, Diperluas di 3 Provinsi
Menkes: Ada Tambahan 4 Kasus Mutasi COVID-19 B117, Terdeteksi di 4 Provinsi Ini
Dualisme Partai Demokrat, Polri Siap Turun Tangan Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Bertambah 6.894, Kasus Positif COVID-19 di RI Jadi 1.386.556 per 8 Maret

OTT Bupati Muara Enim, KPK Segel Sejumlah Ruang Kerja

Headline
OTT Bupati Muara Enim, KPK Segel Sejumlah Ruang Kerja Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyegel sejumlah ruangan di Sumatera Selatan terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Muara Enim, Ahmad Yani bersama tiga orang lainnya.

"Kami konfirmasi juga ada sejumlah ruangan yang disegel di Sumsel," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: Presiden Jokowi Bisa Ubah Nama-nama Capim KPK, Jika.....

Namun, KPK belum bisa merinci secara spesifik ruangan-ruangan mana saja yang telah disegel tersebut. Basaria menambahkan, KPK juga mengingatkan agar pihak-pihak di lokasi tersebut tidak memasuki zona yang telah disegel itu.

"Kami ingatkan agar pihak-pihak di lokasi tersebut tidak merusak atau memasuki zona tersebut," ucap Basaria.

KPK telah menangkap Bupati Muara Enim Ahmad Yani bersama tiga orang lainnya dalam kegiatan OTT di Palembang dan Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin kemarin, 2 September 2019.

Adapun tiga orang lainnya terdiri dari unsur pejabat pengadaan dan rekanan swasta.

"Kami duga terdapat transaksi antara pihak pejabat pemkab dan swasta terkait proyek pembangunan di sana," ungkap Basaria.

Baca juga: Apakah 10 Nama Capim KPK yang Dipilih Pansel Akhiri Polemik?

KPK turut mengamankan uang sekitar 35 ribu dolar AS yang diduga terkait proyek di Dinas PU setempat.

"Pihak yang diamankan dalam kegiatan ini sedang dalam proses pemeriksaan intensif di kantor KPK. Sesuai hukum acara kami diberikan waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status mereka. Rencana hari ini akan disampaikan informasi lebih rinci melalui konferensi pers di KPK," kata dia.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: