Pantau Flash
IPW: Simpatisan Ormas yang Melakukan Kerumunan Pernah Terlibat Terorisme
Kemendagri Klaim Berhasil Tekan Pelanggaran Prokes Pilkada Serentak
Lima Fraksi Tolak Lanjutan Proses RUU Ketahanan Keluarga
PA 212: Hasil Tes Swab Habib Rizieq Shihab Negatif COVID-19
Bahar bin Smith Tolak Diperiksa Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online

Pak Jokowi, Ibu Kota Baru Penajam Paser Utara Lagi Kesulitan Air Bersih

Pak Jokowi, Ibu Kota Baru Penajam Paser Utara Lagi Kesulitan Air Bersih Ilustrasi Ibu Kota Baru. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meminta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka segera memperluas layanan untuk memenuhi ketersediaan dan menanggulangi kesulitan air bersih.

"Masih banyak wilayah yang mendambakan layanan air bersih Perumda Air Minum Danum Taka," ujar Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Hartono Basuki ketika dihubungi di Penajam, Kamis (29/10/2020).

"Selama ini masih ada sejumlah wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi langganan krisis air bersih setiap musim kemarau," katanya.

Baca juga: Menagih Janji Kampanye Presiden Jokowi Wujudkan Indonesia Sentris

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut ia, mempunyai kewajiban mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat, dengan membangun jaringan pipa air bersih.

Pembangunan jaringan pipa air bersih, menurut Hartono, juga membantu pemasangan sambungan air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) program pemerintah pusat.

"Kalau tidak punya jaringan pipa air bersih secara langsung program pemasangan sambungan air bersih MBR tidak dapat dilakukan," katanya.

Menurut dia, masih ada sejumlah wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara yang dilanda krisis air bersih saat kemarau, sumber air seperti sumur dan sungai menjadi dangkal dan air dalam menjadi keruh.

Baca juga: Ma'ruf Amin Minta NU Sebarkan Islam Moderat dan Berantas Radikalisme

Saat kemarau cukup panjang, kata Hartono, masyarakat membeli air bersih untuk digunakan sehari-hari dengan mengeluarkan biaya cukup besar.

Di Kecamatan Sepaku, kata dia, baru dua desa yang mendapatkan akses air bersih dari Perumda Air Minum Danum Taka. dan tahun ini baru ditambah pipa jaringan air bersih. "Kecamatan Sepaku minim sumber air bersih, kalau kemarau sumur kering dan cadangan air bersih habis. Kondisi itu dijalani bertahun-tahun oleh masyarakat Sepaku," katanya.

"Diharapkan jaringan air bersih bisa menjangkau seluruh kawasan, sehingga tidak terjadi lagi krisis air bersih meski kemarau, kalau ada daerah yang belum terjangkau karena geografis bisa dipasok daerah terdekat," ucap Hartono.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: