Pantau Flash
China Keluarkan Aturan Baru, Asian Beach Games Terancam Mundur
Survei Elektabilitas Parpol: PDIP Teratas, PSI dan Nasdem Alami Kenaikan
Polisi Periksa 20 Saksi Terkait Tewasnya Editor Metro TV
Innalillahi, Pengisi Suara Doraemon Meninggal Dunia
Pemerintah Bantu 150 Bus untuk Urai Antrean Penumpang KRL dari Bogor

PAN: Kami Dukung Amandemen Terbatas UUD

PAN: Kami Dukung Amandemen Terbatas UUD Ilustrasi PAN. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno, mengatakan bahwa partainya mendukung amandemen terbatas UUD 1945, namun belum dipastikan poin-poin perubahan apa saja yang disetujui.

"Kami mendukung amandemen UUD secara terbatas, bagaimana formatnya, itu harus dikaji secara mendalam," kata dia, usai menerima kunjungan pimpinan MPR, di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Kendati begitu, Eddy mengatakan, terkait dengan poin-poin seperti apa nantinya amandemen tersebut biarkan menjadi konsensus di MPR RI.

Baca Juga: Pimpinan MPR Sambangi Kantor DPP PAN, Ada Apa?

Dirinya hanya berharap amandemen tersebut bisa dilakukan sebelum periode MPR 2019-2024 berakhir.

"Kami berharap MPR bisa mempersembahkan sesuatu bagi masyarakat dan bagi bangsa apalagi untuk kemajuan demokrasi," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua MPR, Bambang Soesatyo, usai berkunjung ke Kantor DPP PAN, Selasa 12 November 2019 menyampaikan apresiasi kepada PAN yang telah menyampaikan pendapatnya yaitu mendukung amandemen UUD untuk menghadirkan GBHN.

Menurutnya, DPP PAN berada dalam posisi mendorong dilakukannya amandemen terbatas dan perlu dihadirkan GBHN dalam sistem konstitusi Indonesia.

Baca Juga: PPP Ngotot Wacana Amandemen UUD Dibuka ke Publik, Ini Alasannya

Namun bamsoet mengatakan, ada beberapa partai yang masih belum mengambil sikap yang sama dengan PAN.

"Sementara yang masih belum mengambil sikap yang sama antara lain partai saya sendiri yaitu Partai Golkar yang masih mendorong GBHN bisa di dalam UU lalu begitu juga dengan Demokrat dan PKS," katanya.

Menurut dia, MPR akan membuka seluas-luasnya ruang publik untuk menyampaikan kepada MPR kira-kira arah konstitusi kita kedepan akan dibawa ke arah mana.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: