Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

PAN Mengaku Belum Ada Tawaran Bergabung ke Pemerintahan Jokowi

Headline
PAN Mengaku Belum Ada Tawaran Bergabung ke Pemerintahan Jokowi Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menyebut hingga saat ini partainya belum ditawari untuk bergabung ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, saat ini PAN memilih bersikap pasif untuk ke depan.

"Tapi kalau sampai hari ini, enggak ada tuh yang ngajak PAN (bergabung) atau nawarin menteri itu enggak ada," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

Baca Juga: Zulhas Klaim Dukung Jokowi Tanpa Syarat, Waketum: Itu Sikap Resmi PAN

Yandri mengungkapkan, partai besutan Zulkifli Hasan itu saat ini belum memutuskan sikap apakah bergabung dengan pemerintah atau mengambil peran oposisi. Ia hanya menyebut bahwa PAN saat ini bersikap pasif lantaran menyadari bahwa pasangan calon yang diusung kalah di Pilpres 2019 lalu.

"Pasif saja dan kita sadar bahwa kita kalah. Kita enggak ada ngoyo, enggak ada ngusulkan nama enggak lobi sana-sini, enggak ngotot untuk masuk," ungkapnya.

Baca Juga: PAN Klaim Jalin Penjajakan dengan Parpol Lain di Pilkada 2020, Siapa Saja?

Kendati begitu, Yandri menuturkan partainya bakal mendukung program pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Hanya saja dengan catatan PAN akan sesekali akan meberikan catatan kritis bila ada program yang tak pas.

"Program Pak Jokowi yang bagus kita dukung, yang enggak kritisi dengan adab dan sopan santun," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: