Pantau Flash
DPR RI Setujui Perppu Pilkada Menjadi Undang-Undang
Putar Ekonomi Dalam Negeri, Pertamina Gandeng 3 BUMN
OMG! Utang Garuda Indonesia Capai Rp31,9 Triliun
Peserta UTBK SBMPTN Bersuhu Tubuh di Atas 37,5 Derajat Tak Boleh Ikut Ujian
Presiden Jokowi Optimistis Defisit Anggaran Dapat Menyusut di 2023

Pancasila Adalah Sebuah Kekuatan untuk Menghadapi Masalah Kemiskinan

Headline
Pancasila Adalah Sebuah Kekuatan untuk Menghadapi Masalah Kemiskinan Seminar nasional "Pancasila:Membangun Karakter dan Janji Bernegara-Sila "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia" (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Para Syindicate menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Pancasila:Membangun Karakter dan Janji Bernegara-Sila "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia" pada Selasa (30/6/2020).

Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 100 orang ini dihadirkan narasumber Ketua Rumah Karakter Bangsa, Mohammad Sobary. Dalam penjelasannya, ia mengatakan Pancasila adalah kekuatan pengatur terbesar dalam menghadapi segala permasalahan dari dahulu hingga sekarang masuk ke dalam masalah kemiskinan.

"Kekuatan pengatur terbesar untuk menghadapi semua permasalahan adalah dari zaman dahulu hingga sekarang. globalisasi masalah kemiskinan," jelasnya  

Baca juga: BPIP: Pancasila Warisan Pendiri Bangsa, Perpaduan Agamais dan Nasionalis

Sobary menegaskan untuk mengatasi masalah kemiskinan  yang banyak dialami masyarakat Indonesia saat ini adalah dengan meningkatkan rasa kemanusiaan yang merupakan penerapan nilai-nilai Pancasila.

"Salah satu cara mengatasi kemiskinan sekarang adalah meningkatkan jiwa kemanusiaan terhadap sesama dengan menjaga nilai kearifan lokal yang sudah ada," tegasnya.

Terkait dengan kemiskinan struktural, Sobary menambahkan salah satu cara terbaik untuk mengatasi ini adalah menghapuskan sekat-sekat yang ada di masyarakat.

"Untuk menghapuskan kemiskinan struktrual salah satu caranya adalah menghilangkan sekat-sekat pembatas dari agama, ras, suku, dan lain sebagainya dan kita menyadari kita adalah sama,"ujarnya.

Sementara itu, pengajar Deputi Politik Fisip Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi menjelaskan hal senada bahwa kearifan lokal khususnya dalam bentuk gotong royong adalah cara mengatasi kemiskinan. 

"Kearifan lokal yang sudah ada sejak dahulu seperti gotong royong dan saling membantu dalam segala masalah seharusnya dapat mengisi kekosongan saat ini," jelasnya.

Baca juga: Pentingnya Kelembagaan BPIP Bukan Tafsir Pancasila

Selain itu, Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia berbasis nusantara di mana desa sebagai akar harus kembali menjadi fokus dan perhatian. 

"Indonesia berbasis nusantara yang mana desa sebagai akar harus diperhatikan. Jika tidak maka masyarakat akan melakukan urbanisasi dan yang akan terjadi masyarakat tidak akan perduli dengan desanya sendiri," jelas Airlangga. 

Kesinambungan dengan konsep gotong royong dan menghidupkan kembali koperasi dirasa oleh Airlangga bisa menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: