Pantau Flash
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang
Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB
Belum Bayar Utang ke Negara, Bambang Trihatmodjo Dicegah ke Luar Negeri
Ketua KPU RI Arief Budiman Positif COVID-19

Pangeran Ditemukan Membujur Kaku di Belantara Hutan Bakau Bima NTB

Pangeran Ditemukan Membujur Kaku di Belantara Hutan Bakau Bima NTB Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Rafli Aulya (10) yang tersangkut di pohon bakau di pantai Desa Lewintana, Kabupaten Bima, NTB, Rabu (5/8/2020), sekitar pukul 21.00 WITA. (Foto: Antara/HO/Basarnas)

Pantau.com - Tim SAR gabungan menemukan seorang siswa SD bernama Rafli Aulya sudah tidak bernyawa di hutan bakau pantai Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu 5 Agustus 2020, sekitar pukul 21.00 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram Nanang Sigit PH mengatakan, korban ditemukan tersangkut di pohon bakau tidak jauh dari tempat bocah tersebut mencari rumput.

"Setelah dilakukan pencarian sejak Selasa 4 Agustus 2020 malam, korban atas nama Rafli Aulya alias Bimo atau Pangeran, akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, tadi malam pukul 21.00 WITA," katanya, di Mataram, Kamis (6/8/2020).

Baca juga: Sempat Dikira Boneka, Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart

Sebelumnya, Basarnas Mataram menerima laporan dari Agus, anggota Polairud Polres Bima yang meneruskan informasi dari Kepala Dusun Lewibada, Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Bima diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian bersama Polairud Polres Bima, keluarga korban, masyarakat/nelayan setempat dan unsur terkait lainnya menggunakan rubber boat, speed boat dan perahu nelayan.

Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu, pergi bersama dua orang temannya mencari rumput laut di perairan pantai Desa Lewintana pada Selasa 4 Agustus 2020, sekitar pukul 17.00 WITA.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Sumba NTT

Saat hari sudah mulai malam, korban diajak pulang oleh kedua temannya. Orang tua korban menanyakan keberadaan anaknya saat mereka tiba di rumah, dan saat itu juga baru sadar korban tidak bersama mereka saat pulang dan diduga tenggelam.

Mengetahui hal tersebut, warga setempat langsung melakukan pencarian bersama Polairud Polres Bima, setelah pihaknya menerima laporan dari Kepala Dusun Lewibada.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: