Pantau Flash
Positif COVID-19 di DKI Jakarta Bertambah Terus hingga 7.153 Kasus
Kasus Positif COVID-19 RI 25.773, Nihil Kasus Baru di 10 Provinsi
Desak Presiden Jokowi Mundur, Ruslan Buton Dibawa ke Jakarta
AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China
Ada 4.599 Kendaraan Menuju Jakarta Diputarbalik

Pansel KPK Dikritik Loloskan Banyak Anggota Polri, Komisi III Buka Suara

Pansel KPK Dikritik Loloskan Banyak Anggota Polri, Komisi III Buka Suara Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Anggota Komisi III di DPR RI Arsul Sani angkat bicara terkait dengan adanya kritikan kepada Panitia Seleksi (Pansel) Capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai telah meloloskan terlalu banyak capim berlatar belakang kepolisian. 

Arsul mengatakan, para capim yang saat ini diloloskan oleh Pansel KPK belum tentu terpilih menjadi Pimpinan KPK. Menurutnya, Komisi III sendiri nantinya yang akan mempertimbangkan hasil itu.

"Kan ada memang masing-masing empat kalau nggak salah dari Polri dan kejaksaan tapi kan belum tentu itu terpilih masuk. Bisa saja kami di komisi III memandang perlu harus adanya unsur dari kepolisian ada unsur kejaksaan tapi juga ada unsur akademisi praktisi dan masyarakat sipil atau profesional," kata Arsul di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca Juga: Pengamat: Capim KPK dari Unsur Kepolisian Harus Buka Komitmen ke Publik

Untuk itu Arsul meminta kepada semua pihak agar tak menilai bahwa Pansel dan Komisi III memilih pimpinan KPK periode 2019-2024 hanya dengan melihat dari latar belakang institusinya saja. "Jangan di asumsikan kami ini pilih hanya dari asal institusinya saja," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arsul mengaku merasa heran mengapa baru ada pihak yang melempar kritik kepada Pansel ketika sudah memasuki akhir masa kerjanya. Menurutnya, jika merasa ada konflik kepentingan harusnya disampaikan sebelum Pansel berkerja.

"Isu konflik of interest harusnya di sampaikan saat pansek baru terbentuk dan belum mulai kerja ketika pansel sudah bekerja dan tahap akhir kemudian ini baru di munculkan isu ini kan jadi lucu," tandasnya.

Baca Juga: Dari 20 Nama 4 Anggota Polri Lolos Profile Assessment Jadi Capim KPK

Sebelumnya diberitakan, Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Antikorupsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengkritik seleksi calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada tahap terakhir yang meloloskan 20 orang, calon terbanyak berlatar belakang kepolisian. 

"Sebab dari komposisi 20 besar seperti sekarang ini, institusi Kepolisian 4 orang, Kejaksaan 3 orang, Universitas 2 orang, Pengadilan 1 orang dan dari internal KPK 2 orang. Dengan komposisi ini yang didominasi kepolisian," ujar Anggota KMS Antikorupsi Sultra Kisran Makati dalam keterangannya, Minggu 25 Agustus 2019.

Dia pun menyindir jika mereka terpilih maka masyarakat dapat beranggapan bahwa kantor Kepolisian nantinya akan berada di dua tempat. "Di Jalan Trunojoyo dan Kuningan," kata dia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: