Pantau Flash
Hilal Tidak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri Kamis 13 Mei
Kemenag: Tak Ada Referensi Hilal Awal Syawal 1442 H Teramati di Indonesia Secara Astronomis
Masjid Istiqlal Tidak Gelar Salat Ied Tahun Ini
KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai yang Tak Lolos TWK
Kemenparekraf Pastikan Destinasi Wisata Terapkan Prokes saat Libur Lebaran

Papua Sudah Kondusif, Apa yang Akan Diberikan oleh Kemensos?

Papua Sudah Kondusif, Apa yang Akan Diberikan oleh Kemensos? Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Antara/Katriana)

Pantau.com - Kementerian Sosial mengatakan situasi keamanan di Papua telah kondusif dan menjanjikan komitmen untuk memberikan perhatian berupa bantuan sosial dan pemulihan trauma pascakonflik di Papua.

"Papua sudah kondusif. Kami sudah memberikan komitmen bahwa pemerintah, Kemensos akan memberikan bantuan sosial," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita kepada media usai mengisi Bimbingan Teknis Keserasian Sosial 2019 yang digelar di Kementerian Sosial di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: Ada Pengaruh ISIS di Kerusuhan Papua? Densus 88 Turun Tangan

Kementerian Sosial mengatakan sudah siap memberikan bantuan sosial berupa santunan bagi ahli waris dan bantuan stimulan terhadap bisnis yang pertokoannya terkena dampak aksi demonstrasi yang berujung pada kekerasan dan pembakaran.

Rencananya bantuan tersebut akan segera dikirimkan setelah menerima data terverifikasi korban yang berhak menerima bantuan tersebut. "Verivalinya sudah siap minggu depan. Begitu verivali kami siap akan kucurkan," kata dia.

Baca juga: Beredar Selebaran DPO Provokator Papua, Polda Metro Tegaskan Tak Benar

Mensos mengatakan jumlah bantuannya tidak dibatasi. Kementeriannya akan memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan berdasarkan data korban yang masuk.

"Kami tidak menetapkan satu anggaran tertentu. Jadi data apapun yang terverifali, maka akan kami berikan," kata dia lebih lanjut.

Selain santunan dan dana stimulan, Kemensos juga akan menerjunkan tim layanan dukungan psikososial (LDP) untuk membantu proses penyembuhan traumatik bagi masyarakat yang terkena dampak.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: