Pantau Flash
BPPT Bakal Evaluasi Operasi Rekayasa Cuaca di Jabodetabek
Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Capai 1.334.634 per 28 Februari
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Meninggal Dunia
Menkes Tegaskan Vaksin Mandiri Harus Gratis, Biaya Ditanggung Perusahaan
Listrik di Wilayah Terdampak Banjir Jabar Sudah Pulih 100 Persen

Parpol yang Sibuk Usulin Nama Menteri, Coba Dengar Kata Jokowi Ini

Parpol yang Sibuk Usulin Nama Menteri, Coba Dengar Kata Jokowi Ini Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Antara/Wahjyu Putro A)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo menegaskan kembali bahwa susunan kabinet pemerintahan ke depan adalah hak prerogatif presiden.

"Yang sering saya sampaikan setiap saat ada pertanyaan itu saya sampaikan, konstitusi kita menyatakan bahwa itu adalah hak prerogatif presiden, jadi jangan ada yang ikut campur," kata Jokowi dalam sambutan saat peresmian pembukaan Konferensi Hukum Tata Negara VI Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta pada Senin (2/9/2019).

Baca juga: Soal Kabinet, Megawati Pilih Sabar Tunggu Presiden dan Wapres Dilantik

Menurut Jokowi, menjelang pelantikan pemerintahan periode keduanya, kerap ada pihak yang menanyakan tentang susunan kabinet menteri. Presiden menegaskan kepada seluruh pihak untuk bersabar menunggu waktu pengumuman kabinet pemerintahan ke depan.

"Usul boleh, usul boleh, bisik-bisik juga boleh. Tapi seperti tadi yang disampaikan oleh Mahfud, itu kewenangan presiden, hak prerogatif Presiden," tegas Jokowi.

Baca juga: Di Pemerintahan Jokowi Jilid II, Hoax Akan Terus Jadi Tantangan

Konferensi yang akan diselenggarakan pada 2-6 September itu mengangkat tema "Memperkuat Kabinet Presidensial yang Efektif". Konferensi itu akan menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah yang diharapkan dapat berkontribusi bagi proses penentuan kabinet.

Desain kabinet yang sesuai dengan sistem pemerintahan presidensial yang dianut Indonesia diharapkan dapat bekerja secara efektif untuk kepentingan warga negara.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: