Pantau Flash
Menteri PPPA Ungkap UU Ketenagakerjaan Tumpang Tindih Soal ASI 6 Bulan
Pemerintah Siapkan Pendanaan Vaksin COVID-19 Sebesar Rp5 Triliun
Bandung Buka Sekolah Tatap Muka Mulai 18 Agustus 2020
Gempa Bumi Magnitudo 5,3 Guncang Maluku Utara
Menteri Edhy: Saya Bukan Menteri Kelautan dan Periklanan

Pasar Cempaka Putih Jakpus Ditutup Usai 41 Pedagang Positif COVID-19

Pasar Cempaka Putih Jakpus Ditutup Usai 41 Pedagang Positif COVID-19 Pegunjung sedang menenteng kantong plastik berisi belanjaannya di Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (28/02/2020). (Foto: Antara/Mochamad Firdaus)

Pantau.com - Pasar Cempaka Putih di Jakarta Pusat tutup selama tiga hari pada 13 hingga 15 Juli 2020, menyusul ditemukannya 41 pedagang di salah satu pusat perekonomian itu positif terpapar COVID-19 pada pekan lalu usai dilakukan tes usap massal dari Puskesmas setempat.

"Penutupan di mulai hari ini untuk mengantisipasi dan kami lakukan sterilisasi. Penutupan sampai tiga hari, Senin, sampai Rabu. Kamis baru buka," kata Kepala Pasar Cempaka Putih Eko Purwanto, Jakarta Pusat, saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Cempaka Putih Dicky Alsadik membenarkan penutupan itu dan pihak terkait segera melakukan penyemprotan disinfektan.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Prioritas Khusus 3T di 8 Provinsi Ini

Dicky mengatakan, pemeriksaan tes usap massal di Pasar Cempaka Putih dilakukan pada Rabu (8/7) dan hasilnya didapatkan 41 dari sekitar 90 pedagang ditemukan positif COVID-19. Lebih lanjut, katanya, kasus itu juga ditemukan mulai dari orang bergejala dan orang tanpa gejala (OTG).

"Itu mereka ada yang OTG, lalu ada yang bergejala tapi dianggap biasa saja mereka merasa itu bukan gejala. Tinggalnya ada yang di wilayah Cempaka Putih dan luar Cempaka Putih. Tentu kita koordinasi dengan Puskesmas wilayah domisilinya. Ada yang beberapa ke Wisma Atlet dan isolasi mandiri," kata Dicky.

Lebih lanjut, usai penutupan pasar selesai Puskesmas Cempaka Putih merencanakan untuk melangsungkan tes usap massal kedua agar dapat menjangkau seluruh pedagang pasar.

Baca juga: Kantor DPRD Jateng Ditutup Selama 3 hari

"Masih ada yang belum ikut tes usap. Setelah pasar kembali beroperasi, kita bicarakan sama pihak pasar apakah bisa dilakukan swab berikutnya," ujar Dicky.

Seperti diketahui, pasar merupakan salah satu kawasan yang diawasi secara ketat oleh Pemprov DKI Jakarta mengingat cukup banyak kasus positif COVID-19 ditemukan di pasar-pasar khususnya sejak pencarian aktif kasus  secara gencar dilakukan.

Hingga Minggu (12/7) kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta yang terkonfirmasi di pasar ditemukan sebanyak 6,8 persen.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: