Pantau Flash
Erick Thohir Tunjuk Loto Srinaita Ginting Jadi Komut Pegadaian
Seseorang Tertembak dalam Aksi Perampokan Toko Emas Tamansari Jakbar
Bulog Amankan Pasokan Beras Lokal Jelang Ramadan
KPK Gagal Temukan Nurhadi saat Geledah Kantornya di Jaksel
Ojek Online Demo Tolak Revisi UU 22 Tahun 2009

Pasca Kebakaran, Gunung Ijen Ditanami 500 Pohon Cemara Gunung

Pasca Kebakaran, Gunung Ijen Ditanami 500 Pohon Cemara Gunung Penanaman 500 pohon Cemara gunung di Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Senin (16/12/2019). (Foto: Humas DTFL)

Pantau.com - Hutan seluas 1,1 hektare di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dipulihkan kembali dengan penanaman 500 pohon cemara gunung (Casuarina Junghuniana).

Pemulihan itu dilakukan lantaran gunung Ijen sempat terbakar pada 19 Oktober 2019.

Penanaman pohon cemara gunung itu dilakukan oleh 257 mahasiswa dari 27 perguruan tinggi di berbagai daerah melalui program Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang digagas oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Kepala BBKSDA Jatim Nandang Prihadi usai penanaman pohon itu mengemukakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Ijen, pada Oktober lalu telah menghanguskan sekitar 940 hektare di kawasan TWA Kawah Ijen, Gunung Ranti, dan Gunung Merapi Ungup-Ungup. "Kondisi itu mengakibatkan ditetapkannya status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ditutupnya TWA Kawah Ijen pada 20 Oktober hingga 6 November," katanya, Senin (16/12/2019).

Baca juga: Akibat Kebakaran Hutan, Bank Dunia: Indonesia Rugi 5,2 Miliar Dolar AS

Ia menambahkan kebakaran tersebut telah melahap habis sepertiga kawasan di Pegunungan Ijen, termasuk dalam cakupan wilayah BBKSDA. 

Dampak yang paling signifikan atas karhutla di TWA Gunung Ijen itu, katanya, yakni kerusakan ekosistem yang ada di kawasan tersebut, dan kemudian berimbas pada rusaknya siklus kehidupan tumbuhan dan satwa.

Menurut dia, aksi tanggap dan peduli lingkungan "Siap Darling" di kawasan TWA Gunung Ijen itu merupakan upaya untuk melestarikan kawasan konservasi melalui penanaman kembali sebagai upaya pemulihan eksositem tumbuhan dan satwa yang terputus dan terganggu, bahkan mengalami kematian akibat karhutla di kawasan itu.

"Saya berharap kalangan muda, khususnya di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso menjadi terdorong dan memiliki keinginan untuk ikut serta menjaga lingkungan, dan juga berharap aksi 'Siap Darling' ini tidak berhenti di TWA Gunung Ijen, tapi terus berlanjut di kawasan konservasi maupun hutan lainnya," katanya.

Sementara itu berdasarkan data dari Pemkab Banyuwangi, jumlah pengunjung di TWA Kawah Ijen pada 2015 terus meningkat. Pada 2014 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara tercatat sebanyak 90.080 orang. Jumlah tersebut melonjak menjadi sebanyak 169.445 orang tahun 2015. Sempat menurun pada 2017, namun naik lagi menjadi sebanyak 194.203 orang pada 2018.

Baca juga: Australia Bersiap Diri Atasi Kebakaran di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Nasional